Jadi Peserta Nikah Mubarakah Hidayatullah, Santri: Ingin Pasangan Shalihah, Ikhtiar Hindari Pacaran

Lanjut Abdul Rauf, dirinya juga mengikuti pernikahan mubarakah tersebut karena ingin menghindari status pacaran.

Penulis: Aris Joni |
TRIBUN KALTIM / ARIS JONI
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud bersama pimpinan Ponpes Hidayatullah saat menghadiri Pernikahan Mubarakah di Ponpes Hidayatullah Pusat, Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Salah seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan yang mengikuti Pernikahan Mubarakah, Abdul Rauf, mengaku termotivasi mengikuti kegiatan tersebut karena yakni bahwa santri-santri putri yang terdidik di Ponpes Hidayatullah merupakan calon pasangan yang ideal dalam hal religiusitasnya. Minggu, (11/11/2018).

"Motivasi saya ikut nikah mubarakah ini karena saya yakin, santri putri yang ada di Hidayatullah ini terjamin tingkat keagamaannya," ungkap pria asal Desa Labangka, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

Lanjut Abdul Rauf, dirinya juga mengikuti pernikahan mubarakah tersebut karena ingin menghindari status pacaran.

Menurutnya, pernikahan mubarakah ini merupakan syiar agama yang besar dan memberikan pesan bahwa berpacaran itu bukan cara yang tepat dalah hal perjodohan.

"Saya ikut nikah mubarakah ini juga untuk menghindari berpacaran," ujarnya.

Diakuinya, dari 8 bersaudara, hanya dirinya yang menikah melakui nikah mubarakah ini.

Awal mendaftar, dirinya sempat bimbang dalam memantapkan pilihannya tersebut.

Setelah melalui karantina dan arahan tentang tujuan pernikahan selama dua minggu, dirinya menjadi semakin mantap mengikuti nikah mubarakah tersebut.

Terlebih menurutnya, dirinya semakin siap karena metode yang dilakukan merupakan metode yang diajarkan dalam syariat islam tentang pernikahan.

"Awalnya memang bimbang dan itu menurut saya wajar. Setelah melalu proses karantina barulah saya semakin yakin untuk mengikuti nikah mubarakah ini," jelasnya.

Dalam pernikahan mubarakah itu, dirinya juga menyampaikan kriteria-kriteria pasangannya, walau hingga saat ini dirinya belum pernah bertemu secara fisik dengan pasangannya yang merupakan dosen untuk santri putri di Ponpes Hidayatullah, Balikpapan.

"Kriteria yang saya isi diantaranya, baik agamanya dan itu yang paling utama, kemudian kecantikannya, hartanya, dan keturunan dari orang baik-baik," pungkasnya.

Baca juga:

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved