Lahir Saat Mengungsi Karena Gempa, Ini Nama yang Diberikan Sang Ibu untuk Bayi Perempuannya

Ibu yang sudah sepekan tinggal di pengungsian ini akhirnya bersalin secara normal setelah tiba di rumah sakit.

Lahir Saat Mengungsi Karena Gempa, Ini Nama yang Diberikan Sang Ibu untuk Bayi Perempuannya
(KOMPAS.Com)
Seorang bayi cantik yang lahir di tenda pengungsian diiberi nama “Gempita Tendanatali Poli” 

Lahir Saat Mengungsi Karena Gempa, Ini Nama yang Diberikan Sang Ibu untuk Bayi Perempuannya

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang bayi perempuan lahir di RSUD Kondosapata Mamasa, Minggu (11/11/2018) pagi, dengan berat 3,1 kilogram.

Ibunya dirujuk dari posko pengungsian di Kecamatan Rantebulahan Timur karena mengalami kesulitan saat melahirkan. Ibu yang sudah sepekan tinggal di pengungsian ini akhirnya bersalin secara normal setelah tiba di rumah sakit.

Karena terlahir di tenda pengungsian saat warga tengah stres diguncang berkali-kali gempa selama sepekan terakhir, orangtuanya sepekat memberinya nama “Gempita Tendanatali Poli”.

Iska, ibu asal Kecamatan Rarantebulahan Timur, ini mengaku sempat stres di pengungsian lantaran gempa terus mengguncang Mamasa sepekan terakhir. Dia akhirnya lega setelah berjuang melahirkan bayinya di tempat pengungsian sejak kemarin sore.

Gempa Terus Guncang Mamasa, 8.000 Warga Mengungsi ke Daerah Lain

Gempa Bumi Hari Ini Guncang Mamasa Sulbar Sebanyak 6 Kali

Iska tampak terus mengusap kepala bayinya. Bidan RSUD Kondosapata Mamasa, Merianti Raya, yang menangani kelahiran bayi perempuan ini mengatakan, sang ibu hampir saja dirujuk lanjut ke RSUD Polewali Mandar.

“Alhamdulillah, dia akhirnya melahirkan dengan selamat. Sempat dirujuk dari pukesmas ke posko rumah sakit karena kesulitan melahirkan,” ungkap Merianti.

Iska dan bayinya kini masih dirawat di tenda pengungsian pasca-melahirkan. Dia berharap, putri pertamanya kelak tumbuh sehat menjadi anak yang membanggakan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu Berjuang Melahirkan di Pengungsian, Bayi Diberi Nama “Gempita Tendanatali Poli”

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved