Pencarian Korban Pesawat Lion Air Dihentikan, Keluarga Berharap Identifikasi Jazad Berlanjut

Jenazah Diah Damayanti (43), warga RT 010/RW 04 Kelurahan Pangadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan belum teridentifikasi

Pencarian Korban Pesawat Lion Air Dihentikan, Keluarga Berharap Identifikasi Jazad Berlanjut
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Anggota keluarga dan kerabat penumpang pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 berada di KRI Banda Aceh untuk mengikuti kegiatan doa bersama dan tabur bunga di perairan Karawang, Selasa (6/11/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO. JAKARTA - Jenazah Diah Damayanti (43), warga RT 010/RW 04 Kelurahan Pangadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan belum teridentifikasi hingga Minggu (11/11). Sudah dua pekan setelah kejadian jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan PK-LQP, masih banyak korban belum dapat dikenali dari serpihan tubuh yang ditemukan Basarnas.

Kepasrahan keluarganya pun semakin tampak, kemarin, saat Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Polri Tingkat I Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengumumkan pertanyaan tidak ada korban terbaru yang berhasil diidentifikasi. Sementara Basarnas telah menghentikan pencarian, Sabtu (10/11), setelah tim bekerja dua pekan.

Damsyik, sepupu Diah Damayanti, berbincang dengan keluarganya sambil menanti pengumuman identitas korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di depan Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Bhayangkara Polri Tingkat I Said Sukanto, Kramat Jati.

Baca: Ahmad Dhani Menangis Saat Disuruh Pilih Al-Ghazali atau Shafeea, Mulan Jameela Ikut Bereaksi

Seorang lelaki kemudian tampak mengusap kepala perempuan muda yang diketahui sebagai satu dari tiga anak korban Lion Air JT 610, Diah. Damsyik, mengaku keluarganya lemas setelah Basarnas menghentikan operasi evakuasi dan pencarian korban.

"Sebetulnya dari Basarnas, kemarin sudah dihentikan, kami agak lemas ya," kata Damsyik. Menerutnya, mengaku hampir setiap hari, selalu datang ke RS Polri Kramat Jati untuk menunggu keluarganya tersebut diidentifkasi.

Ia mengatakan keluarganya telah menyerahkan semua data yang dibutuhkan tim DVI Polri, mulai dari darah, rambut, ijazah asli dan DNA. DeoxyriboNucleic Acid (DNA) atau asam deoksiribonukleat yaitu bahan penyusun utama dari setiap organisme hidup dan DNA menyimpan blueprint organisme tersebut.

"Sudah lengkap semua. Saya dari hari pertama sampai hari ini selalu stand by di sini," kata Damsyik.

Namun, hingga hari keempatbelas operasi tim DVI untuk identifikasi jenazah korban Lion Air JT 610, jenazah Diah tak kunjung berhasil diidentifikasi. Setiap hari ia pun memantau berita dan menemukan bahwa sejumlah korban yang duduk di kursi pesawat dekat Diah telah teridentifikasi tim DVI Polri. Namun hal itu justru membuatnya dan keluarga cemas.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Besok Tes SKD CPNS di PPU, Ini yang Harus Diperhatikan Peserta

"Urutannya 031 kalo seatnya 21 F. Karena kalau 21 A, B, C udah sih sebenarnya. Kan tinggal di sampingnya. Itu yang bikin kami cemas," kata Damsyik.

Semakin hari, Damsyik dan keluarganya kian putus asa menunggu Diah diidentifikasi. Mereka semakin kecil hatinya jika melihat nama Diah tidak disebutkan dalam pengumuman tim DVI Polri yang biasanya mengabarkan data korban teridentifikasi setiap harinya.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved