Wisatawan Enggan Naik Kapal di Danau Toba Usai Tragedi KM Sinar Bangun, Pengusaha Kapal 'Menjerit'

"Berubah drastis semenjak tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sepi sekali lah. Rejeki pun jadi berkurang," ujar bapak satu anak ini.

Wisatawan Enggan Naik Kapal di Danau Toba Usai Tragedi KM Sinar Bangun, Pengusaha Kapal 'Menjerit'
TRIBUN MEDAN / RIZKY CAHYADI
Tim Personel Basarnas bersiap untuk melakukan pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang hilang di perairan Danau Toba, Selasa (19/6/2018) pukul 06.30 WIB 

TRIBUNKALTIM.CO - Romario Manurung, Nakhoda Kapal Motor Toba Cruise 8 yang biasa berlayar di Perairan Danau Toba mengaku jumlah wisatawan minim usai tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Demikian disampaikan di sela kegiatan perlombaan kapal di Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (12/11/2018).

Romario yang sudah menjadi nakhoda selama 10 tahun mengungkapkan tragedi yang menewaskan 164 penumpang ini membuat wisatawan takut menaiki kapal di Danau Toba.

Ia mengatakan biasanya dalam seminggu ada satu atau dua kali rombongan wisatawan yang merental kapal.

Namun, saat ini hanya ada sekali atau dua kali sebulan.

"Berubah drastis semenjak tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sepi sekali lah. Rejeki pun jadi berkurang," ujar bapak satu anak ini.

Romario menjelaskan akibat sepi, pihaknya kerap mengantar penumpang dengan rute dekat.

Padahal, kapal Toba Cruise 8 merupakan kapal wisata yang khusus untuk rombongan.

"Mau juga antar dekat. Karena sepi. Kami (Toba Cruise) ada delapan kapal. Karena sepi ganti-gantian untuk dapat job," ujarnya.

Baca juga:

Halaman
123
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved