Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pejabat Intelijen Saudi Syok Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Disampaikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Arab Saudi syok ketika mendengar rekaman pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pejabat Intelijen Saudi Syok Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi
AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. 

Pejabat Intelijen Saudi Syok Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi 

TRIBUNKALTIM.CO - Dibagikannya rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke beberapa negara ikut memberikan respon terkait reaksi penerimaan rekaman tersebut. 

Disampaikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan,  Arab Saudi syok ketika mendengar rekaman pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dari Rekaman, Jamal Khashoggi Dicekik Hingga 7 Menit

Trump - Erdogan Bahas Pembunuhan Jamal Khashoggi, Erdogan Sebut Telah Kirimkan Rekaman Pembunuhan

Kepada jurnalis sekembalinya dari peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I, Erdogan menegaskan pihaknya tak menyembunyikan apapun. Selain kepada Saudi, Turki telah membagikan rekaman bukti itu kepada Amerika Serikat (AS), Kanada, Perancis, Jerman, maupun Inggris.

"Segala isi rekaman itu merupakan bencana. Bahkan pejabat intelijen Saudi begitu syok dengan apa yang didengarnya," kata Erdogan dilansir Hurriyet Selasa (13/11/2018).

Presiden 64 tahun itu berujar, pejabat intelijen itu berkata pelaku yang membunuh Khashoggi pada 2 Oktober lalu itu mungkin menggunakan heroin.

Sambil kembali mengulangi perkataannya bahwa pejabat itu terkejut, Erdogan menduga ada upaya untuk menyembunyikan kasus pembunuhan itu.

Presiden dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu berujar Jaksa Agung Saudi yang sempat berkunjung ke Istanbul nampaknya menunda pekerjaannya. Padahal, jaksa penuntut Turki telah membeberkan segala fakta yang ada.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. ((ADEM ALTAN / AFP ))

Dia juga menirukan apa yang diucapkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

"Kepada perwakilan saya, putra mahkota bakal melakukan apa yang dia bisa. Kami masih menunggu perkembangannya dengan sabar," terang Erdogan.

Dia melanjutkan, Saudi bakal terus memonitor kasus tersebut dan menanyakan di mana jenazah jurnalis berusia 59 tahun itu ditemukan.

Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved