Lebih Dekat Dengan

Bagus: Kebutuhan Dasar Rakyat Harus Diperhatikan

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kaltim Bagus Susetyo menilai persoalan sosial menyangkut kebutuhan dasar

Editor: Sumarsono
IST
Bagus Susetyo 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kaltim Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan, menilai persoalan sosial menyangkut kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan bahan pokok masih perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Pasalnya, beban rakyat saat ini terus bertambah di era globalisasi.

Menurut Bagus, meski perkembangan ekonomi rakyat tidak menunjukkan adanya gejolak, namun perlu mendapat perhatian dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Misalnya, harga sembako itu harus bisa diantisipasi jika akan mengalami kenaikam harga. Karena banyak faktornya. Misalnya, suplai kekurangan bahan pokok daripada kebutuhannya lebih tinggi. Itu ada sebabnya," kata Bagus caleg Partai Gerindra Kaltim, Dapil Balikpapan, Minggu (11/11/2018) di Samarinda.

Baca: Ini Pernyataan Kwik Kian Gie yang Bikin Fadjroel Rachman Unggah Surat Tantangan Debat dari Adinoto

Kata dia, banyak faktor dan penyebab kenaikam harga. Misalnya, pasokan terhambab karena coast biaya pengiriman mahal, pasokan minim atau terbatas.

"Atau biasanya menjelang perayaan hari besar keagamaan. Itu pasti terjadi lonjakan harga bahan pokok. Karena ada momentum, mungkin saja dimanfaakan oleh para spekulan," ujar politisi yang dikenal sebagai pengusaha.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, kebutuhan dasar untuk rakyat yakni pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, masih ada tingkatan sekolah yang memungut biaya kepada siswa.

"Untuk pendidikan, kadang ada informasi dipemberitaan ada pungutan-pungutan. Padahal, pendidikan itu wajib, pemerintah sudah bantu dengan dana Bantuan Operasional Sekolah," ujarnya.

Baca: VIDEO - Jadi Pelayan Warkop, Bocah 15 Tahun Layani Pria Hidung Belang

Begitu juga dengan pelayanan rumah sakit. Meskipun warga sudah ditanggung biaya kesehatannya, tetapi masih menjadi beban.

"Karena, kalau masyarakat tidak mampu bayar premi, tidak ditanggung biaya kesehatannya. Ini yang harus diperhatikan agar rakyat tidak disusahkan untuk mendapatkan kebutuhan dasar itu," tambahnya. (bud/*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved