Dinkes Kaltara Segera Petakan Kebutuhan SDM RS Tanjung Selor

Dinas Kesehatan menginginkan setelah rampungnya pembangunan rumah sakit tersebut, langsung dapat dioperasikan melayani masyarakat.

Dinkes Kaltara Segera Petakan Kebutuhan SDM RS Tanjung Selor
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Maket RS Tipe B Tanjung Selor yang akan dibangun Pemprov Kaltara dipajang di gedung gabungan dinas Pemprov, Rabu (14/11/2018) 

Ini dilakukan untuk menarik minat tenaga spesialis dapat mengabdikan diri bagi masyarakat di Kalimantan Utara.

"Mungkin tahap pertama insentif itu dianggarkan dalam APBD. Tetapi dengan berjalannya rumah sakit pasti akan ada BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Nanti insentifnya dapat diambilkan dari pengelolaan BLUD," katanya. (*)

Kebutuhan SDM RS Tipe B Tanjung Selor berdasarkan ketentuan Permenkes 56 Tahun 2014.

1. Sumber daya manusia terdiri atas:

A. Tenaga Medis;
a. 12 (dua belas) dokter umum untuk pelayanan medik dasar;
b. 3 (tiga) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut;
c. 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar;
d. 2 (dua) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang;
e. 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis lain;
f. 1 (satu) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis; dan
g. 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis gigi mulut.

B. Tenaga Kefarmasian;
a. 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
b. 4 (empat) apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh paling sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian;
c. 4 (empat) orang apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian;
d. 1 (satu) orang apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu oleh minimal 2 (dua) orang tenaga teknis kefarmasian;
e. 1 (satu) orang apoteker di ruang ICU yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) orang tenaga teknis kefarmasian;
f. 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit; dan
g. 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit.

C. Tenaga Keperawatan;
Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan disesuaikan dengan jumlah tempat tidur pada instalasi rawat inap.

D. Tenaga Kesehatan Lain;
a. Disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

E. Tenaga Non-Kesehatan.
a. Disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

2. Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum kelas B paling sedikit meliputi:

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved