Edisi Cetak Tribun Kaltim

Bandara APT Pranoto Samarinda Beroperasi, Ini Rute Maskapai dan Tarif Angkutan Umum Menuju Lokasi

Rute lainnya, seperti Samarinda (SRI) - Makassar (UPG) PP, pada 28 November 2018 dengan maskapai Batik Air. Dan, rute Samarinda (SRI) - Jogjakarta (JO

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/DOKUMENTASI
Edisi cetak Tribun Kaltim 18 November 2018. 

Bandara APT Pranoto Samarinda Beroperasi, Ini Rute Maskapai dan Tarif Angkutan Umum Menuju Lokasi

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper Desmawangga dan Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penantian panjang warga Samarinda dan sekitarnya terhadap penerbangan langsung ke luar Kaltim tidak lama lagi segera terwujud.

Beberapa maskapai telah memastikan, bahkan telah menerbitkan penjualan tiket, yang didapat dibeli melalui website menyedia layanan jual beli beli tiket, maupun di outlet masing-masing maskapai.

Seperti misalnya, rute Samarinda (SRI) - Jakarta (CGK) dan sebaliknya.

Pada 20 November 2018 mendatang, Garuda Indonesia siap mengantar dan membawa penumpang dari dan ke bandara APT Pranoto Samarinda.

Bandara APT Pranoto Beroperasi, Penantian Panjang Terbang dari Samarinda Keluar Kaltim Terwujud

Lalu, pada 21 November 2018, Batik Air juga telah terkonfirmasi akan melakukan penerbangan perdana dengan mengangkut penumpang, rute Samarinda (SRI) - Jakarta (CGK) pulang pergi (PP).

Rute lainnya, seperti Samarinda (SRI) - Makassar (UPG) PP, pada 28 November 2018 dengan maskapai Batik Air. Dan, rute Samarinda (SRI) - Jogjakarta (JOG) PP, pada 8 Desember 2018, oleh maskapai Xpress Air.

Sejumlah rute penerbangan baru itupun disambut baik oleh warga Samarinda dan sekitar, yang telah menantikan penerbangan langsung keluar Kaltim dari Samarinda.

Catat Tanggalnya, Batik Air Layani Penerbangan dari Samarinda ke Makassar

Seperti Ismail (27), warga Samarinda Seberang ini bersyukur Bandara APT Pranoto akhirnya dapat melayani penerbangan keluar Kaltim, terutama ke kota-kota besar di Indonesia.

"Sangat membantu pastinya, kalau biasanya kita harus siapkan waktu sampai 3 jam sebelum terbang dari bandara Balikpapan, dengan adanya bandara di Samarinda tentu kita bakal punya waktu lebih," ucapnya, Sabtu (17/11/2018).

"Untuk harga saya rasa kurang lebih saja, walaupun harga dari Balikpapan bisa lebih murah, tapi tidak jadi masalah, karena bisa lebih hemat waktu," tambahnya.

Kendati demikian, dia berharap agar pemerintah maupun pihak terkait lainnya dapat segera melengkapi fasilitas yang ada di Bandara APT Pranoto, seperti lampu runway, dan fasilitas kelengkapan lainnya.

"Saya warga Samarinda senang dan bangga, apalagi kalau nantinya semua rute ke daerah lain ada, termasuk keluar negeri. Tapi, fasilitasnya harus dilengkapi," jelasnya.

Rute Baru Sudah Disetujui, Lion Air dan Garuda siap Terbangkan Penumpang dari Bandara APT Pranoto

Sama halnya dengan Ismail, Nur Khusaini (36), warga jalan Soekarno-Hatta, Kutai Kartanegara ini juga menyambut baik rute baru di bandara yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018 lalu itu.

Walaupun demikian, persoalan akses menuju bandara, terutama di Jalan DI Panjaitan yang kerap digenangi banjir dan membuat calon penumpang was-was menuju bandara harus dapat diselesaikan oleh Pemerintah.

"Harus dituntaskan (masalah banjir), jangan sampai merugikan calon penumpang. Dan, sudah seharusnya, sebagai ibu kota Provinsi memiliki bandara yang dapat layani semua rute penerbangan," harapnya.

Berbeda dengan Susana Handayani (28), warga jalan Mugirejo, Samarinda Utara ini bakal tetap memilih terbang dari Balikpapan dibandingkan Samarinda jika selisih harga tiket terpaut jauh lebih mahal.

"Kalau selisihnya Rp 500 ribu, mending lewat Balikpapan. Utamanya harga tiket dan fasilitas, jalan menuju ke sana (bandara) harus dipikirkan," jelasnya.

Kendati demikian, dia mengaku tetap mendukung dan senang dengan telah beroperasinya Bandara APT Pranoto, serta telah melayani penerbangan keluar Kaltim, karena dapat berdampak terhadap peningkatan perekonomian di Samarinda.

"Dampaknya kan ke peningkatan perekonomian," katanya.

Rawan Banjir
Sebagaimana diketahui, sejumlah titik menuju Bandara APT Pranoto menjadi kawasan rawan banjir.

Dinas Perhubungan Kaltim, mencatat, areal itu berada di persimpangan jalan DI Pandjaitan dekat Mugirejo.

Mengantisipasi hambatan perjalanan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong, menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim dan Balai Pelaksana Jalan Nasional.

Sementara, sebagai langkah antisipasi, sudah disusun beberapa langkah pengurangan banjir dan jalan alternatif.

Semisal, melewati perumahan Sempaja, masuk di kawasan permukiman Gunung Lingai.

Di jalan itu, dari hasil koordinasinya dengan Dinas PUPR, sedang dikerjakan perbaikan sekitar 300 meteran jalan rusak.

"Untuk banjir di jalan DI Pandjaitan, tugasnya Balai Pelaksana Jalan Nasional," Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong saa diwawancara Minggu (11/11/2018) lalu.

Jalan itu selebar 4,5 meter itu, kata dia, bisa dijadikan jalur alternatif perlintasan mobil minibus kecil.

Sementara, untuk bus ukuran sedang milik Damri, belum bisa karena ukuran jalan terpotong banyaknya mobil parkir.

"Kalau banjir (di jalan DI Pandjaitan) bus Damri, masih bisa lewat kali ya, karena bus Damri cukup tinggi," tandasnya

Selain rute alternatif, Tribun coba menelusuri transportasi alternatif yang banyak digunakan masyarakat. Yang populer, yakni ojek online besutan Grab dan Go-Jek.

Penelusuran Tribun pada Minggu (11/11/2018) menggunakan Go-Jek dari pusat kota, tepatnya Kantor Walikota Samarinda, jalan Kesuma Bangsa menuju APT Pranoto, kita dikenakan biaya Rp 49 ribu per orang.

Sedangkan, saat siang, kala situasi lalu lintas lengang, tarif Go-Car sekitar Rp 130 ribu bisa dimuati 3-4 penumpang.

Saat sore, ketika situasi hujan atau macet, tarifnya bisa mencapai Rp 260 ribuan.

Roy Kiyoshi Terawang dan Sebut Auranya Penuh Kegelapan, Air Mata Mulan Jameela Meleleh

 

Sementara jika menggunakan Grab Bike dari titik penjemputan sama dari Kantor Walikota, menuju Bandara APT Pranoto, dikenakan tarif Rp 47 ribu.

Sedangkan, jika menggunakan Grabcar dengan rute sama, namun berisi maksimal empat penumpang, dikenakan tariff Rp 125 ribu.

Sementara, jika menggunakan Bus Damri, kita bisa mengikuti dua rute yang ditetapkan.

Rute pertama, dari pol Terminal bus Sungai Kunjang, menuju pemberhentian di Plaza Mulia, Samarinda dan persinggahan terakhir di Terminal Lempake dilanjut ke Bandara APT Pranoto.

Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu (18/11/2018): Scorpio Kelebihan Berat Badan,Capricorn Punya Ide Jitu!

 

Sedangkan, rute ke-dua, start mulai Terminal Sungai Kunjang, singgah di pool Damri di Jalan AW Syahrani menuju Terminal Lempake, dilanjut ke Bandara APT Pranoto.

Kalaupun nantinya, ada penerbangan terdekat Batik Air, maka, penjemputan akan disesuaikan beberapa jam sebelum keberangkatan.

Perjalanan dari Kota Samarinda, menuju pinggiran lokasi yang terletak di Sungai Siring itu, diprediksi memakan waktu 45-60 menit, tergantung situasi kemacetan jalanan.

Untuk tarif bus ber AC itu, ia menyebut, kisaran Rp 40 ribu, termasuk asuransi.

Piala AFF 2018 Thailand Vs Indonesia, Bima Sakti Ungkapkan Gol Ke-2 Jadi Kunci Kemenangan Tuan Rumah

Akun Twitter BKN Diberondong Pertanyaan Peserta CPNS 2018 soal Ranking dan Passing Grade

Salman, menyarankan pada calon penumpang untuk memperhatikan jam keberangkatan pesawat dan bus Damri.

Sebab, sementara ini, rotasi bus yang mengantar belum bisa setiap jam, alias menyesuaikan jadwal penerbangan.

"Berhenti di poll tidak lama, karena bus Damri, tidak diperbolehkan mengangkut penumpang sembarangan di tengah jalan," saran dia pada calon penumpang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved