Tujuh Seniman Mancanegara Menggelar Tari Modern 'Panji Mbulan' di Goa Selomangleng Kediri

Tujuh seniman mancanega menggelar seni budaya " Panji Mbulan" di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018),

Tujuh Seniman Mancanegara Menggelar Tari Modern 'Panji Mbulan' di Goa Selomangleng Kediri
Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM
Pagelaran seni budaya dengan tema Panji Mbulan di kawasan Goa Selomangleng Kota Kediri, Jawa Timur, Mingggu (18/11/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, KEDIRI-- Penampilan para seniman yang terlibat pada pergelaran seni budaya " Panji Mbulan" di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018), cukup memukau penonton.

Kawasan Goa Selomangleng, sebuah goa kuno dan bersejarah yang menjadi pusat lokasi pementasan, mendadak penuh dan ramai oleh penonton yang datang.

Mereka antusias menyaksikan pertunjukan dari belasan seniman yang tidak hanya datang dari Tanah Air, tetapi juga para seniman yang datang dari mancanegara.

Pergelaran itu sendiri memang diikuti oleh beberapa seniman yang berasal dari mancanegara yaitu meliputi China, Spanyol, Perancis, Jerman, Meksiko, serta Brazil.

Para seniman itu membawakan tari kontemporer yang rata-rata berkisah tentang Panji. Ada juga yang membawakan tarian tentang keberpihakan pada kelestarian alam.

Pagelaran seni budaya dengan tema Panji Mbulan di kawasan Goa Selomangleng Kota Kediri, Jawa Timur, Mingggu (18/11/2018).
Pagelaran seni budaya dengan tema Panji Mbulan di kawasan Goa Selomangleng Kota Kediri, Jawa Timur, Mingggu (18/11/2018). (Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM)

"Saya menari tentang bumi dan alam," ujar Martina Feiertag, penari asal Jerman yang tampil bersama Dian Bokir.

Penari yang tergabung dalam Dimar Dance Theatre itu mengungkapkan apresiasinya karena dapat tampil bersama para seniman lainnya di Kediri. Selain itu, juga karena berkesempatan menyuarakan aspirasinya melalui seni.

Sedangkan Dewi dan Florensia, penari yang datang dari Blitar, membawakan nini dhiwut, yaitu sebuah permainan atau dolanan anak klasik yang cukup sakral.

Dolanan rakyat ini menggunakan semacam boneka yang mirip jaelangkung yang berisi tarian, nyanyian, serta dialog. Bagi masyarakat Blitar kuno, permainan nini dhiwut ini kerap dipakai saat acara ruwatan.

Selain dua penari itu, banyak lagi seniman lainnya yang membawakan seni seperti tari reog, tari jaranan, tari gambyong macan ucul, tari orek-orek, teater, hingga pertunjukan ketoprak.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved