IFI Kukar Kenalkan Kinesio Taping, Plester yang Sering Dipakai Atlit

Kinesio taping ini dipasang ke bagian tubuh untuk melancarkan sirkulasi darah. Plester ini sering dipakai para atlet yang mengalami cidera.

IFI Kukar Kenalkan Kinesio Taping, Plester yang Sering Dipakai Atlit
TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ
PASANG KINESIO - Seorang fisioterapis memasangkan kinesio taping di bahu kanan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah saat mengunjungi tenda atau booth Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kukar di Area Car Free Day, Creative Park Tenggarong, Minggu (18/11). Plester ini berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi nyeri otot. 

IFI Kukar Kenalkan Kinesio Taping, Plester yang Sering Dipakai Atlit

TENGGARONG, TRIBUN - Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kukar memperkenalkan kinesio taping untuk meramaikan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Area Car Free Day, Minggu (18/11).

Ia memasangkan alat berbentuk plester secara gratis kepada setiap pengunjung yang mengeluhkan pegal-pegal karena nyeri sendiri atau otot.

Tak tanggung-tanggung, IFI menyiapkan 10 rol kinesio taping, padahal biasanya cukup menyiapkan 5 rol dalam setiap pameran. Antusiasme pengunjung begitu luar biasa untuk mendapatkan kinesio taping yang ditempel langsung oleh beberapa fisioterapis.

Baca: Promosikan Wisata Kukar, Ini Jurus Dinas Pariwisata di Tahun 2019

Baca: Temuan Prasasti Berbahan Timah dan Bertulis Mantra di Sumbagsel Akhirnya Menguak Fakta Baru

Baca: Pelanggan PDAM Menunggak Tagihan 2 Bulan Langsung Putus Aliran Air

Beberapa pengunjung minta bagian tubuh mereka yang mengalami nyeri otot ditempelkan kinesio taping di bagian tubuh, seperti lutut dan bahu.

"Kinesio taping ini dipasang ke bagian tubuh untuk melancarkan sirkulasi darah. Plester ini sering dipakai para atlet yang mengalami cidera otot usai olahraga atau bertanding," kata Alfa Laila, Fisioterapis.

Selama ini, dia dan rekan-rekan fisioterapis lainnya bertugas di sejumlah rumah sakit dan klinik di Tenggarong. Mereka melayani beberapa pasien yang mengalami cidera otot dan sendi dengan memasangkan kinesio taping.

"Kami bertugas di RSUD AM Parikesit, Bina Sentra dan Klinik Mandiri di Jl Danau Murung. Kami juga bisa visit (berkunjung) ke rumah-rumah. Kami yang visit ke rumah pasien harus ada STR (Surat Tanda Registrasi) sebagai kelayakan dia masih boleh memegang pasien. STR ini merupakan surat izin untuk melakukan tindakan klinis," ujarnya.

Ia menegaskan, pemasangan kinesio taping ini tidak bisa sembarang ditempel. Kalau salah pasang, maka plester ini justru akan membuat pasiennya bertambah sakit. "Para fisioterapis ini sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya untuk penggunaan kinesio taping," kata Laila.

Kinesio taping mirip koyo, namun kinesio tidak terasa panas. Selain itu, ia terbuat dari bahan katun dan kombinasi latex free sehingga membuat gerakan tubuh tetap nyaman dan fleksibel.

"Bagian dalam permukaan kinesio taping ini juga memiliki struktur seperti gelombang untuk melancarkan sirkulasi darah yang pada akhirnya dapat mengurangi nyeri otot. Plester ini dipasang 2-3 hari, dipakai mandi tak masalah. Kita juga bisa tetap beraktivitas seperti biasanya," ucapnya. (top)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved