Kisah Perjalanan Karier Kevin Sanjaya, tak Dilirik Pelatih Hingga jadi Manusia 1 Juta Dollar

Seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, peraih gelar ke-21 bulu tangkis, bersama rekan ganda putranya Marcus Fernaldi Gideon.

Kisah Perjalanan Karier Kevin Sanjaya, tak Dilirik Pelatih Hingga jadi Manusia 1 Juta Dollar
Instagram badminton.ina
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon 

“Tadinya nggak nyangka sampai sejauh itu ya. Waktu itu, mau masuk Djarum (PB Djarum) aja sulit, ya. Harus audisi segala macem, nah setelah masuk Djarum, inilah, di sini bisa jadi pemain. Nanti kalau sudah di Pelatnas kamu harus coba buktiin kalau kamu itu bisa jadi pemain yang bagus,” ujar Su giarto, seperti yang ia ucapkan dalam akun YouTube PB Djarum.

Semasa kecil, ibu Kevin memang mengakui bahwa Kevin adalah anak laki-laki yang pendiam, namun manja.

Lain dari sang ibu, ayah Kevin mengatakan bahwa anak bungsunya memang sudah memiliki bakat sebagai seorang “pejuang” sejak kecil.

Sugiarto mengatakan bahwa Kevin memang memiliki kemauan yang keras, “Jadi memang sejak awal, dari kecil itu dia kalau seneng dengan sesuatu, dia harus bisa betul-betul meraih itu, gitu lo. Jadi dia selalu totalitas.”

Tentu hal yang diungkapkan sang ibu dan sang ayah merupakan cerminan prestasi dan kesuksesan yang diraih Kevin saat ini.

Meski setiap aksinya dinilai tengil dan menantang, Kevin merupakan sosok yang sangat memiliki usaha dan kerja keras yang tinggi.

Terbukti dari prestasi hingga gelarnya ke-21 dipersembahkan, tak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk kedua orangtuanya yang selalu mendukung dan menemani setiap keberhasilannya.

Akan tetapi, meski kini Kevin jadi juara dan otomatis, ia terbilang jarang pulang karena kesibukan pertandingannya, Winartin mengatakan bahwa Kevin tetap perhatian pada kedua orangtuanya.

Sedangkan sang ayah, mengakui bahwa ada perbedaan dari diri anaknya. Sugiarto mengatakan bahwa anaknya kini makin gagah.

“Perubahannya sebagai pemuda yang gagah,” ujar Sugiarto sembari menyimpulkan senyum rasa bangga terhadap keberhasilan sang anak.

“Sifatnya, dia tetap sederhana, nggak sombong,” tambah Sugiarto.

Saat ditanya tentang pesan terhadap Kevin, kedua orangtuanya menyelipkan pesan agar Kevin selalu bersyukur dan jangan pernah merasa puas.

Ayahnya juga berharap agar Kevin tidak sombong dan tetap sederhana. Hal ini seperti yang selama ini ditunjukkan Kevin.

Meski dapat julukan sebagai manusia 1 juta Dollar, Kevin tak lantas hidup serba mewah. Ia memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang-barang yang memang kebutuhannya, dan juga berinvestasi untuk membangun rumah.

 Tentu hal tersebut juga diharapkan seluruh orangtua bagi anaknya.

Karena keberhasilan anak-anak, pasti tak aka nada apa-apanya dibandingkan dengan usaha orangtua dan juga dukungan orangtua.

Melihat anaknya menjadi juara All England, Winartin, “Yes juara All England. Impiannya tercapai,” tangisnya pecah. Beberapa kali ia mengusap matanya yang tertutup dengan kacamata.

Sugiarto, laki-laki kuat yang selalu menopang hidup Kevin sejak kecil juga mengeluarkan air mata. Ia justru tampak lebih menangis karena bangga memiliki anak sesukses Kevin.

Rasa bangga, bahagia dan haru mungkin hingga detik ini terus dirasakan Winartin dan Sugiarto.

Debar jantungnya pasti selalu bergemuruh tiap kali Kevin, pahlawan kehidupannya akan berjuang dan sedang berjuang, tiap pertandingan demi pertandingan. Tiap negara, demi negara.

Kevin, pemuda yang membuktikan bahwa prestasi dan kerja kerasnya mampu membuat kedua orangtuanya menangis bahagia.

 Perjuangan Kevin di Mata Pelatin, “Pernah Nangis di Pojok Saat Kalah”

Fung Permadi, tim manajemen PB Djarum yang sempat mengakui bahwa Kevin bukanlah pemain yang “dilirik” pelatih mengungkap prestasi Kevin.

Kevin, atlet PB Djarum yang masuk melalui audisi umum pada 2007 silam.

“Audisi umum saat itu kita adakan audisi terbuka di Kudus,” ujar Fung. Dan saat itulah, Kevin termasuk salah satu peserta audisi yang lolos.

Selama karantina, Fung mengakui bahwa Kevin merupakan seorang pemuda yang memiliki daya juang tinggi, kemauan yang tinggi dan juga pantang menyerah.

“Intinya dia tidak mau kalah dalam segala hal. Dan itu yang membuat dia bisa berprestasi sebaik hari ini,” ujar Fung sembari tersenyum bangga.

Dalam akun YouTube Garis Waktu, Fung membeberkan bahwa Kevin memiliki ciri khas memiliki pukulan yang membuat partner­-nya merasa nyaman. Tak heran bila Kevin dan Marcus selalu menikmati permainan.

“Kevin selalu bisa jadi motor dalam permainan. Kemudian dia juga punya skill pukulan yang baik, yang tidak terduga oleh lawan,” ujar Fung.

Meski kini berhasil menempati peringkat juara dunia, Kevin juga sempat gagal. Ia pernah kalah dalam beberapa pertandingan.

Menurut Fung, Kevin merupakan pemain yang sangat sulit menerima kekalahan.

“Satu kekalahan untuk dia itu jadi sesuatu yang buat dia menderita sekali. Jadi motivasi yang baik sekali untuk Kevin,” ujar Fung.

Fung mengungkapkan bahwa Kevin pernah menangis di pojok, ketika ia kalah dalam sebuah pertandingan. Tak heran bila Kevin selalu tak pernah terima bila kalah dalam bertanding.

Meski begitu, kekalahan tersebut menjadi motivasi untuk Kevin agar berusaha menjadi yang terbaik dan tak terkalahkan, oleh siapa pun!

Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris jadi saksi bisu bahwa Kevin Sanjaya Sukamuljo, pemuda yang lahir di Banyuwangi berhak atas gelar juara dunia bulu tangkis, ganda putra.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perjalanan Karier Kevin Sanjaya, Manusia 1 Juta Dolar yang Raih 21 Gelar, http://www.tribunnews.com/sport/2018/11/19/perjalanan-karier-kevin-sanjaya-manusia-1-juta-dolar-yang-raih-21-gelar.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved