Lebih Dekat Dengan

Fachruddin Djaprie Siap Perjuangkan Sungai Karang Mumus Jadi Objek Wisata Andalan di Samarinda

- Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda harus segera dilakukan penataan dari segala aspek. Jalur Sungai Karang Mumus (SKM)

Fachruddin Djaprie Siap Perjuangkan Sungai Karang Mumus Jadi Objek Wisata Andalan di Samarinda
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Fachruddin Djaprie bersama Menpora 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda harus segera dilakukan penataan dari segala aspek. Jalur Sungai Karang Mumus (SKM) yang melintas di sepanjang Kota Tepian ini bisa menjadi objek wisata dan memiliki pemandangan yang menarik.

Politisi Golkar Kaltim Fachruddin Djaprie berpendapat, Sungai Karang Mumus memiliki potensi yang bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD). Hanya saja, saran Fachruddin, perlu ada tindaklanjut program Pemkot Samarinda merelokasi pemukiman warga yang masih tersisa di pinggiran/bantaran SKM.

"Penataan semua aspek harus berjalan. Selain melanjutkan relokasi pemukiman, menyosialisasikan peduli bersih sampah di Sungai Karang Mumus. Dan mempersiapkan diri penunjang objek wisata Sungai Karang Mumus," ungkap Mambo -- sapaan akrabnya Selasa (20/11).

Baca: Garuda Resmi Buka Penerbangan Samarinda-Jakarta, Segera Menyusul Rute Baru

Yang perlu dipersiapkan yakni penunjang objek wisata air. Misalnya, titik dermaga khusus wisata air dan perahu wisata serta sistem pengelolaan dan keamanan. Namun demikian, lanjut dia, memang tidak semudah yang diharapkan untuk merealisasi objek wisata sungai.

"Harus bertahap. Seperti objek wisata Sungai Kalimas di Surabaya. Pemandangan kota lebih menarik dan ada pemasukan PAD," tambah Fachruddin, Caleg DPRD Provinsi Kaltim Dapil Kota Samarinda.

Menurut dia, untuk mewujudkan objek wisata SKM, Pemkot Samarinda bisa melibatkan investor untuk mengelola objek wisata tersebut. "Ini saran saja. Pemerintah tidak perlu keluar modal. Tetapi harus melibatkan investor untuk mengelolanya. Asal sepanjang sungai tidak ada pemukiman lagi. Dan itu bisa menyerap tenaga kerja di sekitar Sungai Karang Mumus," urainya.

Kendala yang perlu dituntaskan oleh pemerintah yakni, segera merelokasi bangunan yang masih ada dibantaran SKM. Yang lebih penting lagi peran semua elemen untuk tidak membuang sampah di SKM. Misalnya, pemerintan membuat perda tentang larangan membuang sampai di sepanjang SKM.

Baca: Bawaslu Balikpapan Libatkan Satpol PP Sasar Algaka Caleg Terpasang di Pohon

Peran LSM atau warga sekitar memiliki kesadaran tinggi menjaga SKM dari pencemaran kotoran sampah. "Atau ada pengawasan dari hulu sampai hilir, supaya sungai tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah," pungkasnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved