Lebih Dekat Dengan

Produk Kreatif Samarinda Bisa Dijual ke Mancanegara, Syaratnya Harus Ini

Sumber pendapatan daerah (PAD) yang kelak bisa menopang keuangan daerah, tidak lagi mengandalkan bagi hasil kekayaan sumber daya alam

Produk Kreatif Samarinda Bisa Dijual ke Mancanegara, Syaratnya Harus Ini
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Zuhdi Yahya, Caleg DPRD Provinsi Kaltim Dapil Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sumber pendapatan daerah (PAD) yang kelak bisa menopang keuangan daerah, tidak lagi mengandalkan bagi hasil kekayaan sumber daya alam (migas dan batu bara). Kaltim, khususnya Kota Samarinda sudah memulai mengoptimalkan potensi dari produk unggulan berbasis ekonomi kreatif.

Anggota Komisi X DPR RI Dapil Kaltim, Zuhdi Yahya mengatakan, potensi ekonomi kreatif di Samarinda cukup menjanjikan dan bisa bersaing secara nasional.

"Bahkan bisa merambah ke mancanegara. Misalnya produk kreatif kerajinan, seperti tas, sarung dan lainnya yang identik budaya khas yang ada di Kaltim atau Samarinda," ungkap Zuhdi, Caleg DPRD Provunsi Kaltim 2019-2024 dari PDIP, Minggu (18/11).

Baca: Fachruddin Djaprie Siap Perjuangan Sungai Karang Mumus Jadi Objek Wisata Andalan di Samarinda

Selain produk unggulan berupa barang atau souvenir, di Samarinda mulai mengandalkan produk ekonomi kreatif seperti kuliner dan destinasi wisata di tengah kota. Produk kuliner di Samarinda terus berkembang. Misalnya, amplang, nasi kuning, bawang dayak dan masih banyak lagi.

"Kuliner nasi kuning sudah ada titik lokasinya di Jalan Lambung. Di situ menjadi areal wisata kuliner nasi kuning," ucap Zuhdi yang menjabat Ketua KONI Kaltim.

Untuk barang souvenir, Samarinda bisa bersaing, karena memiliki ciri khas tersendiri dengan sarung Samarinda, beragam cenderamata seperti mandau, dengan ornamen khas budaya dayak. Belum lama ini, lanjut dia, Pemkot Samarinda menggelar Festival Mahakam.

"Even rutin itu bisa menjadi agenda lokal untuk mempromosikan produk unggulan ekonomi kreatif dan mempromosikan destinasi wisata lokal," ungkapnya.

Hanya saja, Zuhdi mengimbau kepada pelaku ekonomi kreatif atau UMKM lebih baik dan menarik dalam mengemas produk-produk unggulan kreatifnya. Ia pernah sampaikan saat menjadi nara sumber dalam acara Workshop Packaging bagi pelaku ekonomi kreatif yang diikuti sekitar 100 peserta, dari Samarinda, (Sabtu 25/8) lalu.

Baca: Pasangan Dansa Kaltim Raih Juara Tiga di Penang International Ballroom Dancing Championship 2018

Imbauan ini, ia sampaikan waktu reses pada November 2018. Kegiatan reses itu, pertemuan dengan UKM, koperasi dan komunitas band di Samarinda. Ia menambahkan, saat ini Komisi X DPR RI sedang menggodok RUU Ekonomi kreatif. Regulasi yang sedang dibahas antara lain mencakup 16 sub sektor ekonomi kreatif. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved