Bupati Muharram Akui Kepuasan Masyarakat Berau Menurun, Ternyata Ini Penyebabnya
Memasuki tahun ketiga menjadi Bupati Berau, Muharram mengakui, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah menurun.
Bupati Muharram Akui Kepuasan Masyarakat Berau Menurun, Ternyata Ini Penyebabnya
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Memasuki tahun ketiga menjadi Bupati Berau, Muharram mengakui, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah menurun.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi dan fasilitasi Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, nomor 14 tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat unit penyelenggara pelayanan publik tahun 2018 di Ruang Rapat Sangalaki, Setkab Berau, Rabu (21/11/2018).
"Kepuasan publik memang agak menurun. Karena ada persoalan-persoalan yang belum diselesaikan," ungkapnya.
Formasi Jabatan Kosong CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Diumumkan Rabu-Kamis Ini, Cek Namamu!
Borneo FC dan Persib Bandung Terlibat Skandal Isu Suap, Dimana Keterlibatan Fernando Soler?
Namun persoalan itu, kata Muharram, sebenarnya tengah dalam proses penyelesaian.
Salah satunya adalah kondisi Jalan HARM Ayoeb yang kerap mendapat sorotan dari masyarakat Berau. Padahal, Jalan HARM Ayoeb berstatus jalan nasional yang penangananya harus dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Kami (Pemkab Berau) hanya bisa melakukan perbaikan yang sifatnya sementara, tidak boleh permanen karena itu kewenangan pemerintah pusat," tegasnya. Itu pun, kata Muharram sebenarnya telah dilelang, tinggal menunggu pemenang proyek yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan jalan.
Kabar Reino Barack dan Syahrini Menikah Terus Bergulir, Kartika Putri Bocorkan Rahasia Ini
Garuda Indonesia Resmi Buka Penerbangan Samarinda-Jakarta, Rute Makassar dan Surabaya akan Menyusul
Dirinya menambahkan, di era serba digital dan serba cepat seperti sekarang, kelemahan kinerja pemerintah sekecil apapun menjadi viral di media sosial, sehingga mempengaruhi objektivitas penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Satu kelemahan yang digeneralisir. Demikian pula dengan kerusakan jalan di Jalan Haji Isa III yang menjadi keluhan masyarakat setiap hari.
"Sebelumnya memang ada kesepakatan dengan perusahaan ekspedisi (yang dituding menjadi penyebab kerusakan jalan karena beban kendaraan dan muatannya melebihi kapasitas jalan), mereka mengatakan akan bertanggungjawab melakukan perbaikan. Tapi ternyata hanya menghambur (material) supaya tidak berlubang). Kalau kita minta mereka melakukan pengaspalan, biayanya mliliaran," paparnya.
Sementara, perusahaan ekspedisi yang dimaksud, merupakan usaha yang selama ini ditunggu-tunggu, untuk menciptakan persaingan sehingga dapat menekan harga kebutuhan pokok yang selama ini dimonopoli oleh perusahaan ekspedisi lainnya.
Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu (21/11/2018): Sagitarius Butuh Bicara, Pisces Jadi Pusat Perhatian
Berkaca-kaca saat Nyanyikan Lagu Ini, Ariel Noah Diminta Balikan Lagi dengan Luna Maya
"Sejak awal dilantik sebagai bupati, saya berupaya bekerja seoptimal mungkin, agar rakyat menjadi senang. Senang dalam artian puas dengan layanan publik. Tapi ada yang merespon positif ada juga yang sinis," imbuhnya. Karena itu, Muharram meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap bekerja secara maksimal melayani masyarakat dengan mengedepankan layanan yang ramah.
"Karena sebaik apapun metodenya, tapi jika pelayanan tidak tepat, kurang cepat dan tidak ramah, ini justru akan menjadi senjata makan tuan sehingga kinerja pemerintah jelek di mata masyarakat," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-muharram-tinjau-jalan-haji-isa.jpg)