Diresmikan Sejak 2014, Begini Kondisi Kebun Raya Balikpapan Sekarang

Kebun Raya Balikpapan punya pengunjung rata-rata 20 orang lebih saat liburan. Selain itu, beberapa instansi sering melakukan kunjungan ke tempat ini.

Diresmikan Sejak 2014, Begini Kondisi Kebun Raya Balikpapan Sekarang
Tribun Kaltim/Andrias Hilbert Lapian
Kebun Raya Balikpapan 

Diresmikan Sejak 2014, Begini Kondisi Kebun Raya Balikpapan Sekarang

TRIBUNKALTIM.CO -  Sejak diresmikan pada tahun 2014 Kebun Raya Balikpapan masih jadi pusat penelitian. Pantauan Tribunkaltim.co pengunjung masih diijinkan untuk masuk secara gratis. Memang wisata masih jadi tujuan didirikannya Kebun Raya Balikpapan ini, hanya bukan menjadi prioritas. 

"Kebun ini masih jadi pusat penelitian, pendidikan, dan belajar, baru ke destinasi wisata, jadi itu jangka panjang," jelas salah satu petugas pengawas.

Kebun Raya Balikpapan punya pengunjung rata-rata 20 orang lebih saat liburan. Selain itu, beberapa instansi sering melakukan kunjungan ke tempat ini.

Baca: Masuk Kebun Raya Balikpapan Sudah Seharusnya tak Lagi Gratis

Acara-acara dari perusahaan swasta dan komunitas juga sering diadakan di taman yang punya luas 300 hektar ini. Namun karena tujuannya masih sebatas ruang penelitian alami, belum banyak fasilitas hiburan yang tersedia seperti wahana bermain, wisata kuliner, atau binatang eksotis.

"Saya berkunjung kesini karena pingin tahu aja, bayangan saya disini itu ada kulinernya juga sambil menikmati alam, tapi kayaknya gak ada ya," jelas Slamet Haryadi salah satu pengunjung. 

Baca: Jika Kebun Raya Balikpapan Dikenakan Tarif Masuk, Pengelola Harus Penuhi 3 Syarat Ini

Ia bersama dengan istrinya ingin menikmati wisata alami akibat jenuh dengan suasana kota. Hal ini juga yang jadi alasan Rahmat Okta berkunjung bersama temannya. Ia mengatakan bahwa kunjungannya yang sudah kesekian kalinya belum ada yang baru. 

"Saya sudah ketiga kalinya disini, saya tahu dari teman saya, ini sudah banyak yang tahu si mas, tapi ya gini-gini saja," akunya

Kebun Raya Balikpapan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata alam di Balikpapan. Sehingga masyarakat Balikpapan tak perlu ke luar kota untuk dapat menyatu dengan alam. 

Penulis: Andrias Hillbert Lapian
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved