CPNS 2018

Sistem Ranking Diterapkan untuk Tes SKD CPNS 2018, Bagaimana Nasib Peserta asal Balikpapan?

Passing grade atau batas nilai minimal yang ditetapkan pemerintah dalam seleksi CPNS dirasa banyak pihak terlalu tinggi

Sistem Ranking Diterapkan untuk Tes SKD CPNS 2018, Bagaimana Nasib Peserta asal Balikpapan?
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Hari ketiga pelaksanaan tes CPNS 2018 di Kota Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

Sistem Ranking Diterapkan untuk Tes SKD CPNS 2018, Bagaimana Nasib Peserta asal Balikpapan?

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Permenpan Nomor 61 Tahun 2018 jadi angin segar bagi para peserta yang tidak lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018.

Mereka masih memiliki peluang mengikuti Seleksi kompetensi Bidang (SKB) dengan sejumlah prasyarat.

Passing grade atau batas nilai minimal yang ditetapkan pemerintah dalam seleksi CPNS dirasa banyak pihak terlalu tinggi. Sehingga menyebabkan angka kelulusan SKD rendah.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Begini Sistem Ranking yang Berlaku Bagi Peserta CPNS 2018 di PPU

Dalam peraturan itu pemerintah menerapkan sistem rangking sebagai alternatif kriteria kelulusan SKD. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin menerbitkan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 61 Tahun 2018 sebagai payung hukum.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi saat dimintai komentar mengenai hal tersebut, mengaku saat ini tengah intens berkoordinasi dengan kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Poinnya adalah meminta Presiden agar mendengar suara dan aspirasi para kepala daerah di seluruh Indonesia.

"Agar soal CPNS, bisa juga diserap kearifan lokalnya. Selama ini penerimaan CPNS terlalu berorientasi nasional. Kurang didengar aspirasi daerah," ujarnya, Kamis (22/11/2018).

Dengan menetapkan standar yang begitu tinggi, dikhawatirkan mengikis kearifan lokal pada penerimaan CPNS di daerah. Dampaknya banyak formasi daerah yang kosong.

"Kalau dengan cara seperti ini (passing grade tinggi), kan, bisa saja hampir tak ada kearifan lokal. Semua berdasarkan standar nasional," tuturnya.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, 7 Syarat Peserta tak Lolos Passing Grade SKD Bisa Ikut Tes SKB CPNS 2018

Rizal tak menampik SDM di Pulau Jawa memiliki kemampuan di atas rata-rata, ketimbang di daerah Timur. Dengan ketentuan yang berorientasi nasional, tanpa menyerap aspirasi daerah, dikhawatirkan justru penyerapan SDM di daerah macet.

"Apeksi sedang mengajukan usulan. Pada prinsipnya, harapannya pusat mendengarkan potensi lokal. Dengan pasing grade tujuannya kualitas, tapi bisa jadi (SDM) di daerah tidak terserap. Karena jujur saja, kemampuan lebih bagus tentu di wilayah barat," ungkapnya.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved