CPNS 2018

Cek Aturan Pemerintah soal Pengisian Formasi Jika Hasil Tes SKD dan SKB CPNS 2018 Belum Terpenuhi

Pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai pemenuhan kebutuhan atau formasi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018.

Cek Aturan Pemerintah soal Pengisian Formasi Jika Hasil Tes SKD dan SKB CPNS 2018 Belum Terpenuhi
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ribuan peserta mengikuti tes pertama CPNS Kemenkumham di Gor Patriot Kodam IV Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/10). 

Cek Aturan Pemerintah soal Pengisian Formasi Jika Hasil Tes SKD dan SKB CPNS 2018 Belum Terpenuhi

TRIBUNKALTIM.CO --  Pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai pemenuhan kebutuhan atau formasi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018 melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 61 Tahun 2018.

Peraturan tersebut membahas tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan atau formasi dalam seleksi CPNS 2018.

Salah satunya untuk menentukan peserta Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) yang dapat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).

Pengolahan hasil dari kedua tes ini mempunyai bobot masing-masing, di mana nilai SKD sebesar 40 persen dan 60 persen untuk SKB.

Namun, bagaimana bila formasi tetap belum terpenuhi setelah integrasi nilai SKD dan SKB?

Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 menyebutkan beberapa tata cara pengisian formasi setelah integrasi nilai SKD dan SKB, sebagai berikut:

Beredar Info Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 Serentak tanggal 29 November, Ini Tanggapan BKN

1. Formasi umum

Di dalam aturan tersebut menyebutkan, apabila kebutuhan formasi umum belum terpenuhi maka dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan bersesuaian di unit penempatan atau lokasi formasi yang sama.

Peserta tersebut haruslah memenuhi nilai ambang batas sesuai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 dan berperingkat terbaik.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved