Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

Pemkab Kutim Siap Bangun Penangkaran Buaya di Dusun Kenyamukan

Pemkab Kutim Siap Bangun Penangkaran Buaya di Dusun Kenyamukan. Keseriusan itu dibuktikan dengan menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar.

Tayang:
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Salah satu buaya yang ditemukan warga di Sangatta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Peristiwa warga Kutai Timur menjadi incaran buaya muara sudah tak asing lagi.

Tak sedikit pula, warga yang meninggal setelah menjadi korban keganasan predator tersebut. Bahkan, buaya berukuran besar tak jarang ditangkap warga di sekitar pemukiman di Sangatta.

Beranjak dari hal tersebut, Pemkab Kutai Timur menindaklanjuti usulan warga untuk membangun sebuah penangkaran buaya. Keseriusan itu dibuktikan dengan menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar dalam APBD Kutim 2019 mendatang, untuk membangun penangkaran buaya.

Rencananya, penangkaran akan mengambil lokasi di kawasan Dusun Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara dengan luas lahan sekitar 8 hektare.

"Kita di Kutim sudah sangat memerlukan penangkaran. Supaya habitatnya juga terjaga dan tidak mengganggu manusia. Apalagi di Sangatta beberapa kali ditemukan di kawasan pemukiman. Sangat membahayakan," ungkap Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, Jumat (23/11/2018).

Selain itu, kata Kasmidi, dengan adanya penangkaran sendiri, buaya yang ditangkap tidak perlu dikirim sampai ke Balikpapan oleh Tim BKSDA Kaltim. Cukup taruh di penangkaran saja. Karena, masalah buaya tidak hanya ada di Sangatta. Tapi juga kecamatan lainnya. Seperti Bengalon, Sangkulirang hingga ke Sandaran.

"Dua tahun lalu ratusan buaya ditangkap dan dibunuh di Kecamatan Bengalon, lantaran kejengkelan warga terhadap binatang buas yang sudah membunuh warga di kawasan tersebut. Dua pawang yang menangkap buaya-buaya itu, terpaksa berurusan dengan polisi. Mengapa? Karena meski mereka buas, tapi dilindungi undang-undang. Agar hal serupa tidak terjadi, kita harus punya penangkaran. Buaya itu memiliki habitat untuk berkembang, manusia juga tidak terganggu," beber Kasmidi.

Pembangunan, menurut Kasmidi sudah mulai dibuat perencanaan. Tahun ini, pemetaan dilakukan oleh OPD terkait. Untuk rencana pembebasan lahan akan dilakukan pemberian panjar terlebih dulu pada pemilik lahan, seluas dua hektar.

Selebihnya dilakukan bertahap.Tidak hanya sebagai lokasi penagkaran, nantinya tempat penagkaran buaya tersebut juga ditargetkan menjadi tempat wisata di Kutai Timur.

"Kita berencana membuat penangkaran yang tidak hanya sekadar menampun habitat buaya di Sangatta. Tapi juga bisa menjadi lokasi objek wisata juga. Masyarakat yang ingin melihat wujud monster Sangatta, bisa datang ke penangkaran," ujar Kasmidi.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved