Target 95 Persen Belum Tercapai, Imunisasi Massal Rubella di Kutim akan Diperpanjang

Target imunisasi Measles Rubella (MR) atau Rubella di Kabupaten Kutai Timur belum tercapai.

Target 95 Persen Belum Tercapai, Imunisasi Massal Rubella di Kutim akan Diperpanjang
Tribun Kaltim/Samir
Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) akan terus melakukan vaksinasi Measles Rubella (MR) di sekolah-sekolah 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Target imunisasi Measles Rubella (MR) atau Rubella di Kabupaten Kutai Timur belum tercapai. Dari target 95 persen anak usia 9 -15 tahun, pencapaian baru di angka 86 persen. Alhasil, Dinas Kesehatan Kutai Timur kembali memperpanjang rentang waktu dilakukannya imunisasi Rubella.

"Justru karena belum capai target, imunisasi tidak distop, yang tadinya sampai Oktober, kita perpanjang lagi hingga 7 November, kemudian diperpanjang hingga 31 Desember 2018 mendatang," ungkap Kepala Dinkes Kutim, dr Bahrani, Jumat (23/11/2018).

Ia berharap setelah di perpanjangnya imunisasi MR ini dapat mecapai target yang telah ditetapkan oleh Menteri kesehatan yaitu minimal 95 persen. "Kalau sudah mencapai target baru kita lakukan imunisasi rutin, Kutim hanya tinggal sedikit lagi, ini berlaku tidak hanya di Kutim, tapi seluruh Indonesia," ujar Bahrani.

Menurutnya Kutim berpotensi penularan wabah campak dan Rubella, untuk itu dirinya tetap optimis akan mencapai target imunisasi di Kutim. "Beberapa Puskesmas yang belum mencapai target sudah berkomitmen untuk mengejar. Kami tetap optimis imunisasi di Kutim sukses," ujarnya.

Bahrani juga membeberkan beberapa faktor yang mempengaruhi lambatnya pencapaian imunisasi di Kutim, yaitu masih disebabkan persoalan halal haram. Meski sudah ada edaran dari MUI, namun banyak dari orang tua yang masih enggan anaknya diimunisasi karena alasan tersebut. Alasan lain, menurut Bahrani, karena masih ada masyarakat yang belum sadar, pentingnya imunisasi MR.

"Ada yang masih takut dan mengatakan MR haram, ada juga yang takut anaknya nangis disuntik. Macam - macam alasan orang tuanya menolak anaknya ikut imunisasi," jelasnya Bahrani.

Seperti diketahui vaksin MR diberikan agar anak memiliki kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan virus rubella. Karena merupakan penyakit menular yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Menimbulkan ruam menyerupai campak pada kulit hingga radang selaput lendir. Sedangkan jika menginfeksi wanita hamil di trimester pertama, bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi, kecacatan, tuli, gagal jantung, dan buta karena katarak.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved