Perbatasan Iran-Irak Diguncang Gempa 6,3 ST, 500 Orang Mengalami Luka-luka

Gempa berskala 6,4 magnitudo mengguncang kawasan Iran bagian barat, dekat perbatasan dengan Iran pada Minggu (25/11/2018) malam.

Perbatasan Iran-Irak Diguncang Gempa 6,3 ST, 500 Orang Mengalami Luka-luka
dailystar.co.uk
Wilayah perbatasan Irak-Iran diguncang gempa 6,3 magnetudo menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka. 

TRIBUNKALTIM.CO, ILAM, IRAN - Gempa berskala 6,4 magnitudo mengguncang kawasan Iran bagian barat, dekat perbatasan dengan Iran pada Minggu (25/11/2018) malam.

Demikian laporan dari lembaga geofisika Iran. Pusat gempa tercatat di 17 km dari barat data kota Sarpol-e-Zahab, dengan kedalaman 7 km. Sementara Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa tersebut berkuatan 6,3 magnitudo.

Melansir AFP, sebanyak 500 orang dilaporkan terluka di Sarpol-e Zahab dan kota tetangga, Gilan-e Gharb, dekat dengan perbatasan Irak.

Gubernur provinsi Kermanshah, Houshang Bazvand mengatakan situasi setelah gempa dapat terkendali. "Ada pemadaman listrik dan air di kedua kota, tapi itu hanya belangsung beberapa menit," katanya.

Wilayah perbatasan Irak-Iran diguncang gempa 6,3 magnetudo menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka.
Wilayah perbatasan Irak-Iran diguncang gempa 6,3 magnetudo menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka. (dailystar.co.uk)

Kepala layanan medis darurat Iran, Pirhossein Kolivand, mengatakan sebagian orang yang mengalami cedera akibat dari kepanikan dan berupaya menyelamatkan diri dari rumah.

Jumlah korban terluka diperkirakan dapat meningkat. Sejauh ini, 18 tim darurat telah dikirim untuk meninjau kerusakan.

Penduduk Sarpol-e Zahab Fariba Babayi mengatakan, penduduk mengalami ketakutan ketika gempa menghantam.

"Lampu padam, dinding tampak seolah-olah akan jatuh dan semua tetangga berteriak," katanya.

"Saya tidak lari kali ini, meski ibu saya keluar memanggilku," imbuhnya.

Masyarakat yang tinggal di kota memang sudah akrab dengan kehancuran gempa bumi pada November tahun lalu berkekuatan 7,3 magnitudo, yang menewaskan 620 orang dan melukai ribuan lainnya.

Pembangunan rumah Babayi baru selesai sebulan lalu setelah dihancurkan dalam gempa itu dan keluarganya masih membayar biaya konstruksi.

"Kita tidak bisa kembali ke kehidupan normal lagi. Ada semua kenangan buruk, orang-orang trauma hidup bersama," tuturnya.

Sejauh ini, belum ada rincian resmi dari pemerintah tentang kerusakan bangunan dan infrastruktur setelah gempa.

Lembaga geofisika Iran mencatat ada 7 gempa susulan lebih lemah satu jam setelah gempa pertama, yang paling kuat berkekuatan 5,2 magnitudo. Channel News Asia melaporkan, getaran gempa juga dirasakan di ibu kota Irak, dan di Kuwait.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa 6,4 Magnitudo Guncang Iran, 260 Orang Terluka", https://internasional.kompas.com/read/2018/11/26/06060091/gempa-64-magnitudo-guncang-iran-260-orang-terluka.
Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Veronika Yasinta

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved