Rusia Ingin Cek Kebenaran Pendaratan Astronaut AS di Bulan

Ini bukan kali pertama Rusia mempertanyakan klaim AS yang dimulai dari misi Apollo 11 dengan awak Neil Armstrong dan Buzz Aldrin 1969 silam itu.

Rusia Ingin Cek Kebenaran Pendaratan Astronaut AS di Bulan
(Hulton Archive/Arsip KOMPAS)
Juli 1969, astronot Amerika Serikat, Edwin Buzz Aldrin, terekam di permukaan Bulan dekat bendera AS dalam misi Apollo 11. Aldrin merupakan orang kedua yang berjalan di Bulan setelah Neil Armstrong. 

Rusia Ingin Cek Kebenaran Pendaratan Astronaut AS di Bulan

TRIBUNKALTIM.CO - Badan antariksa Rusia menyatakan bakal melakukan misi ke Bulan untuk membuktikan kebenaran klaim Amerika Serikat (AS) bahwa mereka mendarat di Bulan.

"Kami telah menetapkan misi ini untuk memverifikasi apakah benar mereka (AS) sampai di sana atau tidak," kata Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin dalam unggahannya di Twitter.

Dikutip dari Newsweek, Rogozin mengumumkan misi itu setelah mendapat pertanyaan apakah dia percaya Badan Antariksa AS ( NASA) benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan.

Saat itu, Rogozin hanya menjawab dengan mengangkat bahu. Menimbulkan spekulasi apakah dia benar-benar serius ataukah sekadar bercanda.

Ditemukan NASA, Gunung Es Ini Berbentuk Persegi Panjang Sempurna, Siapa yang Bikin?

Israel Kembangan Pesawat Luar Angkasa Terkecil untuk Misi ke Bulan Susul AS dan China

Ini bukan kali pertama negara "Beruang Merah" mempertanyakan klaim AS yang dimulai dari misi Apollo 11 dengan awak Neil Armstrong dan Buzz Aldrin 1969 silam itu.

Pada 2015, juru bicara Komite Investigasi Rusia Vladimir Markin berujar bakal mendukung adanya penyelidikan untuk mendukung klaim AS itu.

Dalam ulasannya di media Izvestia, dia merespons Washington yang menggelar investigasi dugaan korupsi pada badan sepak bola dunia, FIFA.

Markin mengaku heran bagaimana rekaman asli penerbangan itu bisa menghilang. Begitu juga batu Bulan seberat 400 kilogram yang dibawa ke Bumi pada 1969 dan 1972.

Donald Trump akan Bentuk Pasukan Keenam Bernama Pasukan Luar Angkasa, Mirip Star Trek

Awas, Stasiun Luar Angkasa China Seberat 8,5 Ton Rusak, Diprediksi Akan Jatuh di Indonesia

"Semua artefak ilmiah, atau mungkin budaya, yang hilang adalah kerugian dunia. Karena itu, investigasi harus digelar untuk mengungkap apa yang terjadi," kata Markin.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved