Breaking News:

Berita Eksklusif

Alat Pemantau Udara tak Berfungsi, Warga Balikpapan Waswas Hirup Udara Beracun

Kota Balikpapan merupakan salah satu kota di Indonesia yang sarat dengan prestasi. Mulai penghargaan kota terbersih, kota tertib lalu lintas

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim
Alat Pemantau Kualitas Udara terpaksa di simpang Mal Balikpapan Plaza tidak bisa beroperasi secara maksimal. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan merupakan salah satu kota di Indonesia yang sarat dengan prestasi. Mulai penghargaan kota terbersih, kota tertib lalu lintas, dan sejumlah penghargaan lainnya. Fasilitas publik yang tersedia di Kota Balikpapan pun tidak kalah dengan kota metropolitan di Jawa.

Sebut saja fasilitas alat pemantau kualitas udara (APKU), videotron perkembangan harga sembako di pasar, alat meter parkir. Anggaran pembangunan fasilitas publik tersebut cukup fantatis. APKU misalnya. Terpasang di tiga lokasi, yakni di simpang Plaza Balikpapan, simpang Rapak, dan kawasan Balikpapan Baru dengan biaya per unit sekitar Rp 1,5 miliar.

Videotron harga sembako di Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari dengan nilai anggaran Rp 1 miliaran per videotron. Untuk alat meter parkir per unitnya Rp 130 juta. Bukan harga murah untuk membangun fasilitas publik tersebut, dan tentunya diharapkan sesuai kebutuhan masyarakat Balikpapan.

Namun sayang, sebagian besar fasilitas publik yang nilainya miliaran itu saat ini sudah rusak, bahkan tidak berfungsi lagi. Masyarakat juga binggung akan fungsi fasilitas-fasilitas tersebut, seperti APKU, videotron harga pasar dan alat parkir meter. Kerusakan fasilitas publik juga terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Balikpapan Plaza.

Baca: VIDEO - JPO Plaza Balikpapan Rusak Mulai dari Atap Bocor Hingga Tidak Diterangi Lampu

Sebagian warga Balikpapan prihatin dengan kondisi beberapa fasilitas publik yang rusak dan tidak berfungsi. Lisa, warga Klandasan kepada Tribun mengaku mengetahui ada alat pemantau kualias udara (APKU) terpasang di bawah JPO. "Yang ada bar-barnya, bagus sebenarnya, tapi nggak kelihatan lagi sekarang, rusak kali ya. Kalau yang running text baru tahu ternyata masih bisa," ujarnya.

Berbeda dengan Lisa, Febri, karyawan tokok yang berada di sekitar APKU mengaku tahu namun bingung dengan alat pengukur udara itu. Ia berkata bahwa sepanjang yang ia tahu pengukur udara atau APKU tersebut sangat informatif.

"Keberadaan APKU sebenarnya penting, karena saya jadi perhatikan melihat kondisi udara di Balikpapan. Apakah saya hirup ini beracun kah, atau bagus, jadi sering was-was juga. Tapi setelah alat tersebut rusak, sekarang kan gak tau, gak jelas," tuturnya.

Baca: Gubernur Jamin Kalimantan Timur Bebas Konflik Keagamaan

Saat ini alat pengukur udara di simpang Plaza memang masih berfungsi, hanya saja display tak maksimal. Sementara dua APKU lainnya, yakni di simpang Rapak dan kawasan Balikpapan Baru saat ini kondisinya rusak, dan tidak berfungsi.

Alat Pantau Kualitas Udara (APKU) atau Air Quality Monitoring System yang seharusnya menjadi media pelayanan informasi kualitas udara ambien di Kota Balikpapan saat ini tidak berfungsi.

Alat yang berfungsi memberikan informasi ambang kadar udara dengan jumlah parameter pemantauan sebanyak 5 parameter, yakni CO, O3, NO, SO2, PM10. Ada 3 titik terpasang APKU, yaitu depan Plaza Balikpapan, simpang Plaza, dan kawasan Balikpapan Baru.

"Lokasi pemasangan APKU mewakili masing-masing kawasan, seperti Simpang Plaza Balikpapan mewakili kawasan perdagangan dan jasa, Simpang Rapak mewakili kawasan transportasi, dan Balikpapan Baru mewakili kawasan permukiman," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Suryanto melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Nur Syamsiarni yang akrab disapa Eny.

Terkait rusaknya APKU, Eny menjelaskan, fungsi perekaman data terkait kondisi udara di Balikpapan tetap berfungsi. Namun, fungsi display sebagai informasi kepada masyarakat diakui belum maksimal.

"Berbicara tentang kondisi, APKU di Simpang Plaza Balikpapan masih berfungsi, data record-nya tetap ada dan terekam. Jadi walau tidak terdisplay, datanya tetap masuk kami. Untuk yang di simpang Rapak ada permasalahan koneksi, kabel dan lain sebagainya, layar display-nya rusak seperti korslet dan terkendala di beberapa unit perekam datanya, sehingga tidak difungsikan. Di Balikpapan Baru sama terkait masalah perekaman data, sehingga tidak difungsikan," ungkap Eny.

Baca: Borneo FC Vs Persela Lamongan - Dejan Antonic Mengaku ini Pertandingan yang Berat

Untuk anggaran perawatan, dikatakan Eny, tahun ini tidak dialokasikan, dikarenakan pada akhir 2017 sudah dilakukan perawatan, khususnya simpang Plaza Balikpapan. Rencananya, tahun 2018 alat-alat tersebut akan dilakukan perawatan dengan target ketiga alat tersebut dapat menampilkan data indeks kualitas udara. (*)

Selengkapnya Baca Tribun Kaltim edisi Selasa (27/11)!

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved