Rusia Siapkan Skenario Terburuk jika AS Benar-benar Keluar dari Perjanjian Nuklir

Militer Rusia bakal melakukan aksi balasan, jika AS benar-benar keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Rusia Siapkan Skenario Terburuk jika AS Benar-benar Keluar dari Perjanjian Nuklir
AFP / OLGA MALTSEVA
Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018. 

TRIBUNKALTIM.CO, MOSKWA--  Militer Rusia bakal melakukan aksi balasan, jika Amerika Serikat (AS) benar-benar keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, sebagaimana diwartakan Reuters via Newsweek Senin (26/11/2018).

Sebelumnya pada Oktober lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya untuk keluar dari Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Perjanjian tersebut melarang AS maupun Rusia (saat itu Uni Soviet) untuk membangun rudal yang bisa menempuh jarak 500-5.500 kilometer.

Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018.
Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018. (AFP / OLGA MALTSEVA)

Ryabkov menjelaskan, Rusia meragukan pernyataan AS maupun Eropa bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir terbaru.

"Kami sudah mendengarnya. Namun kami tak ingin dikecewakan oleh kolega kami. Karena itu, militer sudah menyiapkan skenario terburuk," kata Ryabkov.

Dia membeberkan adanya kemungkinan Washington bakal menempatkan rudalnya di tempat yang bisa menjangkau Rusia maupun sekutunya.

Ryabkov menjelaskan manuver AS tersebut memberikan mereka kesempatan untuk menghujam pertahanan Negeri "Beruang Merah".

Dia menolak menjabarkan skenario apa yang disiapkan militernya. Namun dia memastikan aksi tersebut bakal sangat efisien dan tidak mahal.

Presiden Vladimir Putin di akhir Oktober mengancam bakal menyerang negara-negara Eropa jika mereka mengizinkan AS menempatkan senjatanya.

"Reaksi bakal bersifat cepat dan efektif. Setiap aksi dari negara Barat bisa memaksa negara kami melakukan aksi balasan," kata Putin.

Rencana Trump untuk keluar dari INF membuat sekutunya seperti Jerman dan Perancis meradang. Presiden Perancis Emmanuel Macron berujar langkah tersebut bisa mengancam Eropa.

Pada awal November, Macron sempat mencetuskan agar Eropa bersatu dan menggabungkan militer untuk melindungi diri dari Rusia, China, bahkan AS.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wamenlu Rusia: Militer Sudah Siapkan Skenario Terburuk", https://internasional.kompas.com/read/2018/11/27/14254141/wamenlu-rusia-militer-sudah-siapkan-skenario-terburuk.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved