Sari Roti Didenda Rp 2,8 Miliar Karena Telat Lapor

KPPU menghukum produsen Sari Roti itu untuk membayar denda senilai Rp 2,8 miliar.

Sari Roti Didenda Rp 2,8 Miliar Karena Telat Lapor
Kontan /Chepy Mukhlis
Sari Roti 

Sari Roti Didenda Rp 2,8 Miliar Karena Telat Lapor 

TRIBUNKALTIM.CO - Denda senilai Rp 2,8 Miliar diberikan kepada PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). 

Nilai denda Rp 2,8 Miliar tersebut diberikan seusai Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) memutuskan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) bersalah akibat telat melapor aksi korporasinya mengakuisisi saham mayoritas PT Prima Top Boga.

KPPU menghukum produsen Sari Roti itu untuk membayar denda senilai Rp 2,8 miliar.

Sari Roti Dihukum Bayar Denda Rp 2,8 Miliar, Ini Penyebabnya

"Menyatakan bahwa terlapor (Nippon Indosari) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU 5/1999 juncto Pasal 6 PP 57/2010," kata Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi membacakan amar putusan pada Senin (26/11/2018) di Ruang Sidang KPPU.

Dalam Pasal 29 UU 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat disebutkan bahwa notifikasi merger paling lambat dalam 30 hari setelah akuisisi terjadi.

Sementara dalam penjelasannya dalam sidang, anggota Majelis Guntur Putra Saragih menyebutkan, akuisisi Prima sah terjadi pada 9 Februari 2018.

Namun, Nippon baru melaporkan akuisisi Prima pada 29 Maret 2018.

"Pada 7 Maret 2018, Komisi telah mengingatkan terlapor (Nippon) untuk melaporkan akuisisinya terhadap PT Prima Top Boga selamat-lambatnya pada 23 Maret 2018," ujarnya.

Sementara itu, External Communications Head Nippon Stephen Orlando mengaku perlu melakukan koordinasi dengan tim terkait apakah akan mengajukan upaya hukum lanjutan.

Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved