PON 2020
Wow, KONI Kaltim Ajukan Rp 99 Miliar Untuk Pra PON dan PON Tahun 2020
dalam audensi itu, Gubernur Kaltim menyarankan beberapa hal, mengenai skala prioritas bagi atlet atau cabor yang berpotensi medali.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
Wow, KONI Kaltim Ajukan Rp 99 Miliar Untuk Pra PON dan PON Tahun 2020
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur melakukan audensin denganGubernur Kaltim, Isran Noor pada Senin (26/11) terkait prestasi dan persiapan KONI Kaltim, untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada tahun 2020 mendatang.
Hal ini diketahui dari ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya saat ditemui tribunkaltim.co di kantornya.
"Kita sampaikan mengenai pretasi yang sudah dicapai oleh atlet-atlet eks PON lalu, termasuk hasil SEA Games dan Asian Games yang tergabung dalam timnas. Dan juga kami berikan sedikit gambaran kepada pak Gubernur, sebelum mengajukan anggaran yang memang diperlukan untuk persiapan Pra PON dan PON nanti," kata Zuhdi Selasa (27/11).
Disampaikan lebih lanjut oleh Zuhdi, dalam audensi itu, Gubernur Kaltim menyarankan beberapa hal, mengenai skala prioritas bagi atlet atau cabor yang berpotensi medali.
Hal ini dilakukan untuk bisa memprediksi anggaran yang akan digunakan agar nantinya terbagi sesuai dengan kebutuhan berdasarkan skala prioritas tersebut.

"Skala prioritas dengan kondisi anggaran yang terbatas, artinya yang lolos ini menjadi catatan apakah masuk zona medali atau tidak, itu yang harus benar-benar diperhatikan," jelasnya.
Diketahui saat ini KONI Kaltim mengajukan anggaran untuk Pra-PON dan PON ke APDB Murni sebesar Rp. 99 Miliar untuk 38 cabor yang di pertandingkan di Papua nanti.
Namun seiring berjalannya waktu, sebelum Pra-PON dan PON mendatang, akan ada penambahan 10 cabor lagi.
Dengan tambahan cabor tersebut pengeluaran anggaran diketahui akan tidak mencukupi. Karenanya, Menurut Ketua Panitia Anggaran KONI, Rusdiansyah Aras nantinya akan ada penambahan anggaran di APBD Perubahan.
"Iya yang kita ajukan untuk APBD Murni adalah Rp. 99 Miliar untuk 38 cabor. Nah kan katanya akan ada penambahan 10 cabor lagi, tentu dari yang awal diajukan sangat tidak mencukupi, makanya nanti akan dimaksimalkan di APBD Perubahan untuk yang 10 cabor tambahan," kata Rusdiansyah Aras, Senin (27/11/2018) kemarin. (m03)