Balikpapan Siapkan Sistem Tilang Elektronik, Pasang 53 CCTV Tersebar di Penjuru Jalan

Balikpapan Siapkan Sistem Tilang Elektronik, Pasang 53 CCTV Tersebar di Penjuru Jalan

Balikpapan Siapkan Sistem Tilang Elektronik, Pasang 53 CCTV Tersebar di Penjuru Jalan
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
CCTV yang dipasang di pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman, jembatan penyeberangan Kota Balikpapan. 

Balikpapan Siapkan Sistem Tilang Elektronik, Pasang 53 CCTV Tersebar di Penjuru Jalan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bersiaplah warga Balikpapan. Mekanisme tilang elektronik bisa jadi dalam waktu dekat ini diberlakukan. Namanya sistem  Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), yakni sistem pengawasan pelanggaran lalu lintas menggunakan kamera pengawas berupa Closed Circuit Television (CCTV).

Selain merekam, CCTV memotret pelanggaran, hingga nomor pelat kendaraan pelanggar. Hal itu terkoneksi dengan pusat data registrasi dan identifikasi kendaraan di sistem kepolisian, atau di Samsat.

Saat dikonfirmasi Kasatlantas Polres Balikpapan, AKP Noordhianto membenarkan sistem tilang baru yang masih diuji coba di kota besar, Jakarta, Surabaya dan Bandung. "Ini kan, baru diterapkan di Jakarta. Sementara kami masih memperkenalkan dulu, biar gak asing nanti kalau juga diterapkan di sini," katanya kepada Tribun Kaltim, Selasa (27/11/2018).

Di kota Beriman, sebanyak 53 CCTV tersebar di penjuru jalan. Noodhianto percaya bahwa Balikpapan jadi kota yang cepat nantinya menerapkan sistem tersebut, lantaran kota yang belakangan ini menggaungkan konsep kota Smart City, sangat bersemangat memodernisasi perangkat kota, terutama berkenaan dengan pelayanan publik.

"Perangkat CCTV dari Dishub sudah ada, lagi dilengkapi baik Dishub kota dan Provinsi. Tinggal perangkat, terkoneksi dengan pusat data registerasi dan identifikasi di Samsat berkaitan dengan nomor kendaraaan," ungkapnya.(*)

Mekanisme E-TLE

  1. Teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) akan merekam tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
  2. Polisi cek identitas kendaraan bermotor, membuat surat konfirmasi dan verifikasi, lalu mengirim surat tersebut ke pemilik kendaraan bermotor.
  3. Setelah menerima surat tersebut pemilik kendaraan bermotor wajib konfirmasi dalam waktu kurang dari seminggu. Kalau tidak ada tanggapan petugas berhak memblokir STNK kendaraan tersebut.
  4. Setelah melakukan konfirmasi pemilik kendaraan akan menerima kode briva tilang elektronik melalui telepon genggam yang tertera pada surat konfirmasi. Lalu petugas akan mengantarkan surat tilang warna biru ke alamat pemilik kendaraan.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved