Keluhkan Ekonomi Sulit, Pemilik Laundry Syariah Terpaksa Gunakan Elpiji 3 Kg

Ahmad Pemilik Laundry Syariah kaget saat rombongan Pertamina MOR VI Balikpapan mengunjungi toko laundry miliknya.

Keluhkan Ekonomi Sulit, Pemilik Laundry Syariah Terpaksa Gunakan Elpiji 3 Kg
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Ahmad Pemilik Laundry Syariah (baju abu-abu) saat tempat usahanya disidak Pertamina MOR VI terkait penggunaan elpiji 3kg. 

Keluhkan Ekonomi Sulit, Pemilik Laundry Syariah Terpaksa Gunakan Elpiji 3 Kg

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Siti Zubaidah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ahmad Pemilik Laundry Syariah kaget saat rombongan Pertamina MOR VI Balikpapan mengunjungi toko laundry miliknya.

Dimana pada saat itu rombongan Pertamina MOR VI melakukan sedang sidak elpiji 3 kg atau elpiji subsidi di beberapa titik, yakni di wilayah Karang Anyar, Balikpapan Barat, Kamis (29/11/2018).

Pada saat sidak tersebut, Ahmad sempat beradu pedapat dengan para rombongan Pertamina.

Walau masih mengelak akhirnya pemilik Laundry Syariah ini mengikuti aturan yang dibuat oleh Pemerintah.

Dimana elpiji subsidi hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau masyarakat miskin.

Sidak, Pertamina Masih Temukan Rumah Makan dan Laundry Gunakan Elpiji Subsidi

Ahmad kedapatan menyimpan 13 tabung elpiji 3 kg.

Sehari Laundry Syariah menghabiskan 3 tabung elpiji 3 kg. Tabung itu digunakan untuk menyetrika dan mengeringkan pakaian.

"Dulu kami pakai listrik namun butuh watt besar dan tidak hemat. Kalau tarif listrik murah, kami pasti masih menggunakan listrik. Sekarang harga tarif listirk sudah naik. Satu mesin cuci butuh 10.000 watt, kalau pakai gas hanya untuk mutar dinamo listriknya hanya 350 wattnya, jadi pemanasnya menggunakan gas," kata Ahmad.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved