Darurat Narkoba

Transaksi Narkoba di Belakang Hotel Melati, Warga Balikpapan Ini Masuk Bui

Pengedar narkotika jenis sabu di Balikpapan kembali diciduk polisi. Di belakang salah satu hotel melati di kawasan Gunung Malang, HS (31) ditangkap.

ISTIMEWA via Tribunjatim.com
Ilustrasi - Sabu 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pengedar narkotika jenis sabu di Balikpapan kembali diciduk polisi.

Di belakang salah satu hotel melati di kawasan Gunung Malang, HS (31) ditangkap petugas.

Pengungkapan bermula saat anggota Resnarkoba Polres Balikpapan, mendapat informasi masyarakat bahwa di sekitar lokasi penginapan yang dikenal sebagai hotel esek-esek itu, kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

"Kami dapat informasi, saya perintahkan anggota lidik," kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Narkoba AKP Bambang Hardianto, Jumat (30/11/2018).

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat (30/11/2018): Virgo dan Capricorn Stres dengan Pekerjaan

 

Tim opsnal melakukan pemantauan di lokasi yang dimaksud, tak lama mereka melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan.

Mereka memutuskan mendatangi orang tersebut, lalu melakukan pemeriksaan.

Awalnya tersangka berkelit.

Chelsea Vs PAOK 4-0, Ini Hasil Statistik Pertandingan The Blues di Liga Europa Jumat (30/11/2018)

Hasil SKD CPNS 2018 untuk PPATK, Kemenkumham, Kemenlu, & KemenBUMN! Cari Namamu di Link Berikut Ini

Resmi Hadir di Indonesia 14 Desember 2018, Segini Harga iPhone XS, XS Max, dan XR

Ia menolak tudingan petugas. Namun petugas berhasil menemukan 2 paket sabu tergeletak di tanah, tak jauh dari tersangka.

"Ternyata tersangka sempat jatuhkan sabu itu di samping sebelum didatangi anggota. Ia pun tak berkutik, kemudian mengakui sabu itu miliknya. Kita bawa ke Polres," ujarnya.

Promo Airy App Terakhir Hari Ini! Diskon Tiket Pesawat Rp 130 Ribu Terbang Kapan Saja

 

Atas perbuatannya HS (31) dijerat pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Masih kami kembangkan, kita sudah kantongi identitas pemasok barang. Sudah kami jadikan DPO," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved