Dinilai Peduli Pada Kesejahteraan Guru, Walikota Probolinggo Dapat Penghargaan Tertinggi dari PGRI

Walikota Probolinggo mendapat penghargaan tertinggi dari PGRI karena kebijakannya sebagai kepala daerah dinilai peduli terhadap kesejahteraan guru.

Dinilai Peduli Pada Kesejahteraan Guru, Walikota Probolinggo Dapat Penghargaan Tertinggi dari PGRI
(Disdikpora Kota Probolinggo.)
Sejumlah guru dari Probolinggo, Jawa Timur, membentangkan spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada Wali Kota Probolinggo, Rukmini, yang dinilai telah memperhatikan nasib guru. Rukmini menerima penghargaan PGRI pada Sabtu (1/12/2018) ini. Penghargaan itu diberikan oleh Presiden Joko Widodo di daerah Bogor, Jawa Barat. 

Dinilai Peduli Pada Kesejahteraan Guru, Walikota Probolinggo Dapat Penghargaan Tertinggi dari PGRI 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 16 kepala daerah mendapatkan penghargaan PGRI yang diserahkan langsung Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (1/12/2018).

Salah satu kepala daerah yang menerima penghargaan tersebut adalah Walikota Probolinggo, Jawa Timur, yaitu Rukmini.

Rukmini mendapat penghargaan tertinggi dari PGRI karena kebijakannya sebagai kepala daerah dinilai peduli terhadap kesejahteraan guru.

Rukmini memerintahkan semua guru didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Selain itu guru honorer atau pegawai tidak tetap (PTT) juga dinaikkan honornya agar kesejahteraan mereka meningkat.

Hari Guru Nasional, Jokowi Berikan Kado Peraturan Pemerintah untuk Guru Honorer

Selain Bakal Dapat Gaji ke-13, Upah Guru Honorer di Depok Naik jadi Rp 1 Juta - Rp 4 Juta per Bulan

Ketua PGRI Kota Probolinggo Slamet Zainul Arifin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi kado istimewa pada Hari Guru Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Probolinggo, M Maskur, mengonfirmasi adanya penghargaan tersebut.

"Kami mendampingi Wali Kota menerima penghargaan tersebut saat ini. Penghargaan tersebut tak lepas dari kebijakan Wali Kota terkait guru selama menjabat. Di antaranya, mendaftarkan seluruh guru sebanyak 2.842 orang di Kota Probolinggo sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sejak Januari 2018,” kata Maskur kepada Kompas.com via pesan Whatsapp.

Sejak September 2018, honor bagi guru honorer kategori 2 (K2) dinaikkan dari semula Rp 600 ribu menjadi Rp 1.200.000.

Maskur menambahkan, honor bagi guru tidak tetap (GTT) juga naik dari semula Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta sejak Januari 2018.

Begitu pula dengan honor pegawai tidak tetap (PTT) dari semula Rp 600 ribu menjadi Rp 800 ribu.

Komisi X DPR RI: Guru Honorer Bakal Dapat Gaji Sesuai UMR di Masing-masing Daerah

Perjuangkan Nasib Guru Honorer, Yusril Ajukan Gugatan Uji Materiil Batalkan Peraturan Menpan RB

Rukmini mengaku bersyukur atas penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PGRI yang baru saja diterima.

“Ini menjadi kado khusus bagi kita. Saya berharap penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada guru agar dapat meningkatkan etos kerja dan profesionalisme dalam mengemban tugasnya mendidik anak bangsa,” kata Rukmini yang akan melepas jabatan wali kota tahun depan ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Semua Guru Didaftarkan BPJS, Wali Kota Probolinggo Dapat Penghargaan", 

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved