Ini Cerita Danpaspampres yang Baru Maruli Simanjuntak Bisa Jadi Menanti Luhut Panjaitan

Sebelum diangkat menjadi Komandan Paspamres, Maruli Simanjuntak merupakan Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro.

Ini Cerita Danpaspampres yang Baru Maruli Simanjuntak Bisa Jadi Menanti Luhut Panjaitan
(KOMPAS/SUHARTONO)
Maruli Simanjuntak saat menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017. Masih berpangkat kolonel. 
Ini Cerita Danpaspampres yang Baru Maruli Simanjuntak Bisa Jadi Menanti Luhut Panjaitan
TRIBUNKALTIM.CO - Seiring dengan dilantiknya Jenderal Andik Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun melakukan berbagai mutasi jabatan.

Salah yang jadi “korban” adalah Brigadir Jenderal TNI (Brigjen) Maruli Simanjuntak.

Per Kamis (29/11) kemarin, menantu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan itu diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Pressiden (Komandan Paspampres).

Seperti dilaporkan Kompas, sebelum diangkat menjadi Komandan Paspamres, Maruli merupakan Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro.

Inilah Sosok Komandan Paspampres Baru Maruli Simanjuntak, Hanya Sempat 1 Bulan Jabat Kasdam

Luhut Panjaitan Beberkan Anggaran yang Digunakan untuk Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Dia menggantikan Mayjen TNI (Mar) Suhartono yang dirotasi menjadi Komandan Korps Marinir.

Masih dari publikasi yang sama, rotasi ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1240/XI/2018 yang ditandatangani oleh Panglima TNI.

Maruli Simanjuntak lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Februari 1970.

Dia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1992 yang berpengalaman dalam Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra.

Selain itu, kamu juga telah menghimpun setidaknya lima fakta tentang Komandan Paspampres yang baru:

1. Bukan orang lama

Bagaimanapun juga, dunia Paspampres bukanlah sesuatu yang asing bagi lulusan Akademi Militer 1992 ini.

Pada 2014-2016 lalu, Maruli pernah menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres.

Harap diketahui, Grup A merupakan grup yang melekat langsung dalam mengamankan Presiden.

Setelah itu, Maruli dipromosikan dan diserahi amanat sebagai Komandan Korem 074/Warastratama (Solo).

Pada April 2017, Maruli kembali bergabung dalam korps Paspampres dan menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres.

Pada Oktober 2018, Maruli kembali dirotasi menjadi Kasdam IV/Diponegoro.

Baru satu bulan mengemban jabatan tersebut, kini Maruli kembali mendapatkan promosi sebagai Komandan Paspampres.

Jabatan baru itu membuat pangkat di pundak Maruli naik menjadi dua bintang atau mayor jenderal (mayjen).

2. Dianugerahi Danrem terbaik

Setelah menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres, Maruli menjabat sebagai Komandan Resor Militer 074/Warastrama, Surakarta.

Di sinilah, berkat prestasinya yang mentereng, Maruli pernah dianugerahi gelar Danrem terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2016.


3. Atlet judo

Selain moncer di militer, Maruli ternyata pernah berkiprah di bidang olahraga.

Maruli merupakan atlet judo nasional dan beberapa kali mewakili Indonesia tampaildi SEA Games juga bebeberapa kejuaraan tingkat Asia.

4. Menjadi menantu Luhut Binsar Panjaitan juga dari judo

Selain ketenaran sebagai atlet, dari judo Maruli juga menemukan jodohnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Paulina Panjaitan, putri Luhut Binsar Panjaitan.

Saat itu SEA Games 1997 di Jakarta, Paulina menjadi salah satu liaison officer (LO) pada ajang olahraga tingkat Asia Tenggara itu.

Setelah menikah, keduanya dikaruniai dua orang anak, satu putri dan satu putra.

Anak tertuanya, Faye, sangat aktif dalam beragama kegiatan sosial, dengan mendirikan sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang antiperdagangan anak.


5. Suka motor trail

Pada dasarnya Maruli sangat menyukai dunia pertanian. Gelarnya sebagai Danrem terbaik 2016 adalah bukti kecintaannya terhadap dunia yang dekat dengan petani ini.

Di sisi lain, Maruli juga menyukai motor trail. Hobi ini ternyata membantunya mewujudkan gagasan-gagasannya.

Dengan motor dengan roda khas itu, dia lebih sering berada di desa-desa terpencil di wilayah di mana dia ditugaskan.
 
Editor: Doan Pardede
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved