Korban Longsor Sangasanga Mengungsi ke Rumah Anak, Ini Alasannya

Longsor di Sangasanga tak hanya meluluhlantakkan 6 bangunan, namun longsor juga juga berpotensi merubuhkan bangunan lainnya milik 10 Kepala Keluarga.

Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Kondisi jalan longsor di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/11/2018) 

Korban Longsor Sangasanga Mengungsi ke Rumah Anak

TRIBUNKALTIM.CO - Sayup tatapan pria paruh baya mulai sedikit berbinar ketika menyambut kedatangan awak media di rumah sederhana RT 06 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/11).

Pria itu bernama Sukardiono, yang rumahnya berpotensi rubuh akibat tanah longsor yang terjadi di RT 06 Kelurahan Jawa, Sangasanga. Sukardiono memilih tinggal di rumah anaknya yang berjarak 100 meter dari lokasi longsor, masuk melewati jalur alternatif Sangasanga -Muara Jawa.

Di rumah berbahan tembok bata itu terlihat dipenuhi barang-barang rumah tangga. Mulai dari termos timbangan, kasur, baju, hingga panci tampak menumpuk di halaman rumah berlantai keramik.

Baca: Longsor Sangasanga mulai Ditimbun, PT ABN Siap Patuhi Hasil Investigasi Dinas ESDM Kaltim

Baca: Ketua IAGI Kaltim: Kondisi Batuan Sangasanga Lebih Rawan

Baca: Ketua IAGI Kaltim: Kondisi Batuan Sangasanga Lebih Rawan

"Mohon maaf, ini berantakan. Karena tadi malam diminta mengungsi. Jadi saya tinggal di rumah anak, cuma barang-barang ini yang bisa saya bawa," kata Sukardiono kepada.

Peristiwa Longsor ini sebenarnya memang meluluh lantakkan rumah 6 bangunan yang dihuni 17 jiwa. Namun longsor juga berpotensi merubuhkan bangunan lainnya milik 10 Kepala Keluarga. Akibatnya 41 jiwa yang menghuni bangunan itu terpaksa diungsikan lantaran rumah rawan ambruk.

Sukardiono mengaku sudah lebih baik dan tenang pasca tanah longsor. Ia bisa tersenyum lantaran anak dan keluarganya turut menghibur.

"Di sana (lokasi longsor) saya ada dua rumah. Satu warung yang sudah amblas. Dan satu lagi rumah belum amblas. Tapi hampir. Jadi mengungsi ke sini. Alhamdulilah sudah lebih baik sekarang karena dekat dengan anak dan keluarga," ujar Sukardiono.

Bahkan Sukardiono enggan menyambut tawaran Manager Eksternal PT ABN, Bambang untuk mendiami rumah sewaan yang ditanggung PT ABN.

"Enggak pak, di sini saja cukup. Kumpul sama keluarga. Nanti kalau ada apa-apa, kami akan hubungi dan komunikasi dengan bapak," kata Sukardiono kepada Bambang sembari melempar senyum.

Halaman
12
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved