Gerak Cepat Kedaruratan Longsor Sangasanga, Ini Langkah yang Dilakukan PT ABN

"Ini bentuk empati saja, karena kebetulan wilayah kerja kami berdekatan dengan peristiwa yang terjadi," katanya.

TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Manager External PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), Bambang Takarianto, (tengah) meninjau korban longsor di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Saat ini pihak Kecamatan Sangasanga bersama Polsek dan Koramil setempat terus berupaya menanggulangi longsor di Kelurahan Jawa, Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) juga turut aktif mengutamakan kepentingan korban terdampak.

PT ABN sejauh ini telah memberikan santunan sementara untuk para korban.

Manager External PT ABN Bambang Takarianto mengatakan bantuan tersebut langsung diberikan kepada korban.

"Kami juga telah memberikan bantuan santunan awal kepada masing-masing kepala keluarga untuk biaya hidup," katanya, Minggu (2/12/2018).

Bambang mengatakan pihaknya juga telah memfasilitasi rumah sewa untuk tempat tinggal sementara bagi korban.

"Sebagian warga telah tinggal di rumah sewa yang disediakan oleh PT ABN, dan sebagian memilih untuk tinggal di rumah kerabatnya di sekitar lokasi," ujarnya.

Bambang menegaskan PT ABN reaktif terhadap penanggulangan, termasuk menginventarisasi kerugian yang dialami korban.

"Kami masih melakukan investigasi laporan dari warga, yang kemudian kami verifikasi kerugiannya," ucap Bambang.

Baca juga:
 

Kendati demikian, ia membantah yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk tanggung jawab, lantaran sampai saat ini belum ada hasil investigasi resmi yang diterbitkan oleh tim Pemerintah Provinsi Kaltim.

"Ini bentuk empati saja, karena kebetulan wilayah kerja kami berdekatan dengan peristiwa yang terjadi," katanya.

Bambang menegaskan kegiatan penambangan PT ABN tetap menerapkan tata kelola penambangan yang baik (good mining practices) dan telah memiliki izin lingkungan sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2018.

Bahkan PT ABN telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kaltim terkait kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melebihi yang dipersyaratkan.

"ABN sangat prihatin dengan kejadian longsor ini dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada warga yang terkena dampak dan juga pengguna jalan provinsi yang terganggu akibat putusnya jalan Provinsi dari Muara Jawa (Handil) menuju Samarinda," tuturnya. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved