Pertamina Serahkan 1.630 Tabung Elpiji untuk Nelayan di Kutai Kartanegara

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI menyerahkan bantuan 1.630 unit tabung elpiji kapasitas 3 kg kepada 815 nelayan di 5 kecamatan Kukar.

Pertamina Serahkan 1.630 Tabung Elpiji untuk Nelayan di Kutai Kartanegara
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Andi Noorsaman Sommeng didampingi Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan Ketua DPRD Kukar Salehuddin menyerahkan paket bantuan unit mesin kapal, konverter kit, tabung gas elpiji isi 3 kg kepada nelayan Kukar di Gedung Serbaguna Kecamatan Kota Bangun, Jumat (30/11). 

Pertamina Serahkan 1.630 Tabung Elpiji untuk Nelayan di Kutai Kartanegara

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI menyerahkan bantuan 1.630 unit tabung elpiji kapasitas 3 kg kepada 815 nelayan di 5 kecamatan Kukar, yakni Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan dan Muara Kaman. Ini bantuan paket kedua program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dari Kementerian ESDM yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Kota Bangun, Jumat (30/11/2018).

Selain elpiji, nelayan juga mendapatkan bantuan 815 unit mesin kapal dan converter kit dari Kementerian ESDM. Acara penyerahan paket bantuan kedua ini dihadiri Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Andi Noorsaman Sommeng, Anggota Komisi VII DPRD RI dari Kaltim Ihwan Datu Adam, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan Region Manajer Domestik Gas Area VI Tiara Thesaufi Harisoesyanto.

“Bantuan paket kedua ini sudah didistribusikan mulai 18 November hingga hari ini. Sebelumnya bantuan paket pertama sudah terdistribusi pada 24 September-8 Oktober sebanyak 1.000 unit mesin dan 2.000 gas elpiji,” kata Edi Damansyah.

Menurutnya, konversi BBM ke BBG dapat menghemat pengeluaran nelayan di Kukar di mana sebuah tabung elpiji isi 3 kg harga Rp 20 ribu bisa dipakai sampai 3 hari, sedangkan kalau menggunakan bensin sampai 4 liter/hari sehingga 3 hari mencapai 12 liter dengan harga Rp 96 ribu. “Kalau dikalkulasi kita bisa menghemat Rp 76 ribu per 3 hari atau Rp 760 ribu/bulan,” kata Edi. Ia menjelaskan, dengan luas wilayah perairan 4.097 km2, Kukar menyumbang 47% produksi perikanan untuk Kaltim.

Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Andi Noorsaman Sommeng mengatakan, Kukar tahun ini menerima 2 kali paket bantuan konversi BBG untuk kapal perikanan nelayan kecil. “Bantuan 815 unit mesin kapal dan konverter kit ini semula diperuntukkan buat para nelayan di Palu, namun kondisi Palu pasca diguncang gempa dan tsunami tidak memungkinkan untuk menerima bantuan sehingga paket dialihkan ke Kukar,” ujar Andi. Bantuan mesin kapal ini langsung diujicoba di dermaga Kota Bangun. Bahkan Plt Bupati Kukar mencoba langsung mesin kapal dan mengemudikan sendiri perahu yang dinaikinya.

Penggunaan BBG ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi nelayan dan membantu perekonomian mereka karena dapat memperkecil konsumsi BBM bersubsidi yang cenderung membengkak. Bahan bakar gas ini juga termasuk energi ramah lingkungan dan lebih hemat hingga 50 persen. Beban negara akan lebih ringan dan pasti hemat karena tidak menggunakan bensin. Adapun kriteria penerima bantuan ini adalah nelayan yang memiliki kapal dengan kapasitas kurang lebih 5 gross tonnage (GT), berbahan bakar bensin dan berdaya mesin kurang dari 13 horse power (HP). (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved