Polres Balikpapan Dalami Motif Pelaku yang Ditangkap di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra Y.A.P mengatakan, hingga saat ini dirinya masih mengembangkan dan mendalami apa motif yang melatarbelakangi.

Polres Balikpapan Dalami Motif Pelaku yang Ditangkap di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra Y.A.P 

Polres Balikpapan Dalami Motif Pelaku yang Ditangkap di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus dugaan penyerangan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Dahor Balikpapan oleh pemuda asal Gunung 4 Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan berinisial MR (19) masih terus didalami Polres Balikpapan.

Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra Y.A.P mengatakan, hingga saat ini dirinya masih mengembangkan dan mendalami apa motif yang melatarbelakangi pemuda tersebut melakukan penyerangan.

Walaupun dirinya sudah mendapatkan informasi sementara bahwa terduga pernah mengalami sakit kejiwaan dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

BREAKING NEWS Polsek Balikpapan Barat Amankan Pria yang Tampak Mencurigakan di Gereja Katolik Dahor

"Saat ini kami sedang melakukan pendalaman terhadap terduga. Kita akan periksa kembali si terduga oleh ahli kejiwaan dan akan mendatangi RSJ tempat dia pernah dirawat," ujarnya.

Saat ditanya terkait hasil pemeriksaan barang bukti yang dibawa terduga, Wiwin menjelaskan bahwa dalam tas ransel yang dibawa terduga didapati sejumlah uang kertas, uang koin yang dibungkus plastik seberat kira-kira dua kilogram, kartu keluarga, buku rekening BCA dan sebilah pisau kecil jenis badik.

Kronologi Pria dengan Gelagat Mencurigakan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Dahor

"Sejumlah barang bukti itu sudah kita amankan," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang jemaat, Toni menuturkan, sebelum diduga ingin melakukan penyerangan, dirinya juga telah mengamati gerak-gerik terduga yang terlihat gelisah.

Diakui Toni, awalnya terduga duduk di kursi paling belakang saat ibadah misa baru dimulai sekitar pukul 08.00 Wita.

Densus 88 Turun, Peneror Gereja di Balikpapan Terindikasi Sakit Jiwa

Setelah berselang 45 menit berjalannya ibadah, terduga pindah posisi duduk di kursi ke tujuh dari depan.

"Setelah dia pindah duduk ke depan dekat koor, tidak lama kemudian dia berdiri dan ingin menuju ke altar dengan membawa tasnya. Saat itu kita mengamankan terduga dibantu dengan penjaga di gereja," pungkasnya.(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved