Kisah Murid SD Merangkak 3 Kilometer ke Sekolah, Ini yang Diungkapkan saat Bertemu Presiden

Murid kelas 3 Sekolah Dasar Negeri X Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berkesempatan bertemu secara langsung dengan Presiden Jokowi

Kisah Murid SD Merangkak 3 Kilometer ke Sekolah, Ini yang Diungkapkan saat Bertemu Presiden
tribunnews/agus
Presiden Jokowi saat bertemu warga Bogor sambil menanyakan soal listik. 

TRIBUNKALTIM.CO, SUKABUMI - Satu di antara penyandang disabilitas yang beruntung adalah Abdul Holik.

Murid kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN)  X Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berkesempatan bertemu secara langsung dengan Presiden Jokowi di acara perayaan Hari Disabilitas Internasional yang berlangsung di Summarecon Bekasi, Kota Bekasi, Senin (3/12).

Abdul -- begitu Abdul Holik biasa disapa dalam kesehariannya bersekolah harus merangkak 3 kilometer dari rumahnya. Kemarin, Abdul yang masih berusia 9 tahun berkesempatan berada di dalam tenda VVIP ditemani Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan berbincang santai dengan Presiden Jokowi.

Baca: Pemprov Kaltim Beri Sanksi Tutup Tambang Pit 1 West, Ini Tanggapan Pihak PT ABN

Saat bertemu dengan Presiden, Abdul menyampaikan harapannya yang ingin menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. "Mau jadi petugas pemadam kebakaran," jawab Abdul, saat ditanya Presiden tentang cita-citanya

"Kenapa mau jadi pemadam?" tanya Presiden kembali ke Abdul. "Mau nolong orang," ucap Abdul singkat. "Hebat ya," kata Jokowi.

Kisah Abdul berangkat ke sekolah berjarak 3 kilometer dengan merangkak dan berangkat setiap hari pukul 05.30 WIB viral di media sosoal. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku turut memperhatikan cerita soal Abdul.

Presiden pun rela menggendong Abdul dengan penuh kasih sayang. Di depan ratusan undangan yang hadir di acara tersebut, Presiden tampak santai menggendong Abdul.

Baca: Komunitas Hunting Pasar Balikpapan, Bukan hanya Sekadar Foto, Tapi Ikut Promosikan Pasar

Dalam kesempatan itu Jokowi menyampaikan keinginannya agar usulan pembangunan pabrik untuk penyandang disabilitas, yang telah diterimanya sejak 4 tahun lalu terealisasi. "Tapi saya tunggu-tunggu katanya mau carikan tanahnya, saya tunggu tanahnya sampai sekarang tanahnya belum ada," kata Jokowi.

Melihat pembangunan pabrik yang tak kunjung terlaksana, Jokowi pun langsung meminta Mensos Agus Gumiwang merealisasikan hal tersebut agar penyandang disabilitas dapat bekerja dengan baik.

"Hari ini saya perintah kepada Menteri Sosial menyelesaikan ini, kalau kemarin yang menyampaikan ke sana lebih cepat ya enggak apa-apa, kalau enggak lebih cepat baru Pak Menteri Sosial (yang tangani)," tutur Jokowi.

Jokowi memastikan, menyerahkan sepenuhnya sektor apa yang akan nantinya diproduksi dari pabrik untuk disabilitas, mengingat prestasi yang ditorehkan para penyandang disabilitas sangat luar biasa.

"Segera akan kita bangun namanya pabrik, entah untuk garment, entah untuk elektronik, entah untuk inovasi-inovasi yang lain, saya kira memang kita perlukan melihat prestasi yang asa. Harus ada wadah memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya," papar Jokowi.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, masih ada saja stigma bagi penyandang disabilitas di mata masyarakat. Sebagai warga negara, penyandang disabilitas juga mempunyai kedudukan hukum dan hak asasi manusia yang sama dengan masyarakat lain.

Baca: Soal Urus Izin Usaha Berlarut-larut, Jokowi: Sampaikan ke Menteri, Kalau Tak Mempan Lapor ke Saya

"Untuk mewujudkannya, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Aturan ini mengajak semua pihak untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri dan tanpa diskriminasi," kata Agus Gumiwang. (tribun network/sen)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved