Mengadu Ke DPRD Kaltim, Ini Tuntutan Petani Tambak Udang Anggana

Puluhan petani tambak udang di Kecamatan Anggana, ramai-ramai menyambangi gedung DPRD Kaltim.

Mengadu Ke DPRD Kaltim, Ini Tuntutan Petani Tambak Udang Anggana
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Petani Tambak Udang Kecamatan Anggana saat menyambangi DPRD Kaltim, di Lantai VI Gedung DPRD, Jl Teuku Umar, Samarinda Kalimantan Timur, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan petani tambak udang di Kecamatan Anggana, ramai-ramai menyambangi gedung DPRD Kaltim.

Kedatangan mereka disambut Perwakilan Komisi I DPRD Kaltim di lantai 6 gedung DPRD Jl Teuku Umar, Samarinda Kalimantan Timur, Senin (3/12/2018).

Kedatangan mereka untuk mengadu kasus pencemaran sungai Labulabu di Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara yang mereka sebut akibat limbah Blok Mahakam yang dulu dikelola PT TOTAL Indonesie.

Kuasa Hukum Petani tambak udang, Jamian Ali Betan, memohon agar DPRD Kaltim bisa memfasilitasi pertemuan dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang kini telah menguasai penuh Blok Mahakam.

Pihaknya meminta PT Pertamina Hulu Mahakam segera melakukan ganti rugi atas tambak udang yang tercemar limbah Blok Mahakam sejak tahun 2003.

"Tuntutan kami adalah ganti rugi di sungai Labulabu terhadap PT Pertamina Hulu Mahakam," ujarnya.

Menurut Jamian, pasca ledakan gas di Blok Mahakam, lahan para petani tidak lagi mampu menghasilkan udang.

Bahkan 26 petani tambak kehilangan mata pencaharian. Pihaknya sengaja datang ke DPRD Kaltim lantaran kasus ganti rugi ini belum pernah menemui titik terang sejak 2003 silam.

Padahal para petani sudah meminta bantuan Pemkab Kukar dan DPRD Kukar.

Baca juga:
Halaman
12
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved