Pemulihan Jalan yang Longsor Masih Berlangsung, Ditargetkan Rampung Dalam Dua pekan

Sedangkan untuk kondisi air dan listrik sudah mulai berjalan normal. Namun Senin malam, listrik sempat padam akibat perbaikan.

Pemulihan Jalan yang Longsor Masih Berlangsung, Ditargetkan Rampung Dalam Dua pekan
Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Kondisi jalan longsor di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sekretaris Camat Sangasanga, Rendra Abadi mengatakan saat ini proses pemulihan jalan longsor masih berlangsung di Kelurahan Jawa, Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (3/12/2018).

Menurutnya PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) sudah bergerak mengangkat puing-puing bangunan dan jalan yang longsor.

Ditargetkan pemulihan jalan ini rampung dua minggu ke depan.

"Sudah ada excavator dan pasir yang dibawa untuk penimbunan. Dibantu dengan Bina Marga Dinas PU Provinsi Kaltim. Setahu saya jalanan nanti akan tetap lewat daerah itu. Sementara masih lewat jalur alternatif RT 06," ungkap Rendra kepada Tribunkaltim.co di Samarinda, Senin (3/12/2018).

Sedangkan untuk kondisi air dan listrik sudah mulai berjalan normal. Namun Senin malam, listrik sempat padam akibat perbaikan.

"Listrik mati lagi malam ini. Kemarin dan sore tadi sudah nyala. Masih dilakukan perbaikan oleh PLN. Malam ini tentara dan polisi masih terus berjaga di sekitar lokasi longsor," kata Rendra.

Saat ini korban terdampak masih mengungsi ke rumah keluarga di Sangasanga.

Kendati demikian, warga sudah terlayani dengan baik oleh PT ABN yang memberikan santunan sementara senilai Rp 10 juta untuk tiap Kepala Keluarga.

Baca juga:
 

Rendra mengungkapkan pihaknya siap berkoordinasi dengan tim kesehatan agar warga yang terdampak bisa pulih, terutama terkait kondisi psikologis.

"Intinya kerugian ditanggung pihak perusahaan. Kalau untuk warga yang trauma tentu kita pantau dan siap berkoordinasi dengan pihak kesehatan," katanya.

Sangasanga saat ini menjadi sorotan akibat peristiwa tanah longsor yang berdampak ke fasilitas umum dan pemukiman warga.

Kendati demikian, Rendra menegaskan hal ini tak mempengaruhi aktivitas administrasi warga di Kecamatan.

Kondisi tersebut juga tak berpengaruh terhadap mobilitas di jalur Sangasanga - Muara Jawa lantaran sudah ada jalur alternatif. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved