Rabu, 27 Mei 2026

Sebelum Bakar Rumah, Pelaku Siapkan Bensin dalam Lima Botol Air Mineral

Pelaku menyiram bensin ke kamar korban yang sedang tidur, sambil menyulutkan api menggunakan batang bambu.

Tayang:
Penulis: tribunkaltim | Editor: Adhinata Kusuma
Tribun Kaltim/Andrias Hilbert Lapian
Kebakaran di Prapatan Balikpapan (Senin 93/12/2018) 

Sebelum Bakar Rumah, Pelaku Siapkan Bensin dalam Lima Botol Air Mineral

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tak ada raut penyesalan yang tampak pada wajah Hasto Purnomo alias Ipong (47), pembakar kakak kandung dan ponakan di Balikpapan.

Ia tampak berniat membakar seluruh keluarga di rumah yang terletak di Jalan Prapatan dalam RT 05, Telaga Sari Balikpapan Kota, Senin (3/12) dini hari.

"Saya lihat mereka, kakak kandung dan ponakan saya tertidur. Gak ada saya menyesal, karena saya sakit hati. Terlalu! Dimusuhin mulai tahun 2003. Apapun yang terjadi," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, di ruang Jatanras Polres Balikpapan, Senin (3/12).

Baca: Dipicu tak Dipinjami Motor, Pelaku Bakar Rumah, Ibu dan Anak Tewas Terbakar

Baca: Pasca Tragedi Longsor di Sangasanga, PT ABN Beri Santunan Rp 10 Juta per KK

Baca: PM Israel Kantongi Bukti Kasus Suap PM Netanyahu

Emosi dan rasa sakit hati yang besar tampak menyelimuti nalar berpikir Hasto. Puncaknya akhirnya meledak, saat kakak iparnya, Sumarji tak meminjamkan motor kepada dirinya, Senin (3/12) sekitar 01.00 Wita.

Kala itu Hasto, ingin pergi ke Taman Bekapai. Ia mau main internet di sana. Sejak Minggu sorenya, ia mengaku hendak pinjam motor kakak iparnya pergi. Namun, karena dipakai Sumarji ia urungkan niatnya.

Nah, saat Sumarji pulang, ia meminta kunci motor. Namun, apa yang Hasto dapat? Penolakan. Sumarji tak meminjamkan kendaraan tersebut. Keduanya sempat adu mulut, kata-kata kasar tak bisa ditahan. Berangkat dari sanalah hati Hasto semakin dipenuhi kebencian.

"Katanya itu hakku (sumarji), bagus sekali ngomongnya. Dalam hati saya nanti kamu, ya," geram Hasto.

Pelaku pembakaran di Jalan Prapatan dalam RT 05, Telaga Sari Balikpapan kota saat digiring polisi, Senin (3/12/2018) di Mapolres Balikpapan.
Pelaku pembakaran di Jalan Prapatan dalam RT 05, Telaga Sari Balikpapan kota saat digiring polisi, Senin (3/12/2018) di Mapolres Balikpapan. (TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI)

Saat Tribunkaltim.co, perlakuan apa yang dilalukan keluarga kepada dirinya, Hasto mengaku memgetahui aib keluarga kakaknya, yang sampai sekarang tak diketahui anaknya.

Selain itu ia kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Tak ada yang mau bergaul dengan dirinya. Selalu disindir lantaran belum dapat pekerjaan. Dianggap sebagai beban keluarga. Selalu ditanya kapan pindah atau pergi dari rumah.

Sementara Hasto merasa, rumah yang ditinggalinya adalah rumahnya juga. Lantaran peninggalan orang tuanya yang sudah wafat. Padahal dari keterangan saksi, rumah itu sudah dibeli Sumarji dengan cara mencicil.

"Saya tidak menyesal, keponakanku itu tahu musuhin saya, karena sudah disetting sama bapaknya. Ya, musuhin itu, dari bahasa tubuh mereka. Muka mereka kecut semua. Kalau duduk sama-sama gini, saya itu disendiri. "Pernah bilang, kapan kamu pindah, kapan kamu pergi, kata mereka," sambungnya.

Ia juga blak-blakan memberikan keterangan mempersiapkan rencana pembakaran dengan menyiapkan bensin yang ditaruh dalam 5 botol air mineral ukuran 600 militer.

Sekitar 03.00 Wita tersangka memasukkan botol berisi bensin tersebut ke dalam ember. Batang bambu juga telah disiapkan Hasto, yang digunakan sebagai penyulut api dari dalam kamarnya.
Hasto keluar kamar, lalu melihat pintu kamar Garini, saudara kandungnya.

Ia letakkan beberapa botol di dekat pintu kamarnya. Kemudian ia membawa 2 botol yang tak ada penutupnya ke kamar Gotri dan Sumarto yang terlelap tidur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved