Mancanegara

Tensi Semakin Tinggi Hadapi Ukraina, Rusia Siagakan 80.000 Pasukan

Dalam twit-nya Sabtu (1/12), Poroshenko memperingatkan Rusia bermaksud "mengembalikan sejarah" ketika Ukraina masih belum merdeka.

Tensi Semakin Tinggi Hadapi Ukraina, Rusia Siagakan 80.000 Pasukan
AFP / OLGA MALTSEVA
Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018. 

TRIBUNKALTIM.CO, KIEV - Rusia disebut telah menempatkan 80.000 pasukan dan 2.300 kendaraan lapis baja di wilayah Ukraina yang mereka duduki.

Pernyataan tersebut dilontarkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko melalui kicauannya di Twitter, dikutip Newsweek Minggu (2/12).

Dalam twit-nya Sabtu (1/12), Poroshenko memperingatkan Rusia bermaksud "mengembalikan sejarah" ketika Ukraina masih belum merdeka.

"Pada 1 Desember 1991, lebih dari 90 persen rakyat menginginkan adanya Ukraina yang merdeka dan berdaulat. Namun Rusia ingin mengembalikan sejarah," kata Poroshenko.

Baca: PM Israel Kantongi Bukti Kasus Suap PM Netanyahu

Selain pasukan, Kremlin juga menempatkan 500 jet tempur, 1.400 artileri dan sistem pertahanan rudal, 900 tank, dan 300 helikopter di Donbass dan Crimea.

Komentar Poroshenko muncul sejak insiden pada 25 November ketika tiga kapal perang Ukraina ditembaki dan ditahan Rusia di Selat Kerch.

Baca: Komunitas Hunting Pasar Balikpapan, Bukan hanya Sekadar Foto, Tapi Ikut Promosikan Pasar

Poroshenko merespon dengan mendeklarasikan darurat militer di 10 region Ukraina yang berdekatan dengan markas pasukan Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berkata para pemimpin negara Barat sudah mendengarkan penjelasan insiden di Selat Kerch.

Dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan Ukraina yang menyerang mereka.

Baca: Perjuangan Atlet Petanque Balikpapan, Raih 2 Emas Meski Terserang Gejala Demam Berdarah

"Secara personal, presiden memaparkan bagaimana provokasi itu terjadi dan bagaimana para penjaga perbatasan melaksanakan tugas agar tak terjadi insiden lanjutan," terang Lavrov.

Namun dalam investigasi Bellingcat menemukan adanya tiga temuan. Pertama, insiden pada pekan lalu itu terjadi di perairan internasional.

Temuan kedua, tiga kapal perang Ukraina itu tengah berlayar untuk kembali. Yang terakhir, kapal Ukraina menembak dengan tujuan membunuh. Kapal Ukraina sebenarnya sudah berupaya menghindar.

Namun Kremlin berusaha untuk menggunakan senjata mematikan kepada para pelaut. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Presiden Ukraina: Rusia Tempatkan 80.000 Pasukan hingga 500 Jet Tempur https://internasional.kompas.com/read/2018/12/03/21222771/presiden-ukraina-rusia-tempatkan-80000-pasukan-hingga-500-jet-tempur

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved