Dua Penyebab Tingginya Harga Barang di Kampung Long Apari

DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, angkat bicara mengenai mahalnya harga-harga pangan se

Dua Penyebab Tingginya Harga Barang di Kampung Long Apari
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Kondisi dermaga perahu motor di Kampung Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (27/11/2018) pagi. 

Sekali Jalan Rogoh Kocek Rp 1,5 Juta

Suatu ketika, belum lama ini, Tribunkaltim.co singgahi daratan Kampung Long Apari, Kecamatan Long Apari pada Selasa (27/11/2018) pagi.

Kampung Long Apari yang dikenal sebagai kampung paling hulu di Mahakam Ulu ini berdekatan dengan Serawak, Negara Malaysia Serikat.  

Menempuh perjalanan ke Kampung Long Apari ini cukup lama, dimulai dari Dermaga Utama Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun.

Ke lokasi Kampung Long Apari hanya bisa dilalui menggunakan transportasi air, menyusuri Sungai Mahakam ke hulu. Lintasan jalur darat belum terbuka secara menyeluruh dan layak. Satu-satunya cara memakai perahu motor. 

Perjalanan dari Kampung Ujoh Bilang ke Kampung Long Apari memakan waktu sampai delapan jam.

Jasa speedboat hanya mampu mengantar dari Ujoh Bilang ke Kampung Tiong Ohang Kecamatan Long Apari dikenakan biaya sekitar Rp 800 ribu per orang dengan daya tempuh sekitar enam jam.

Kemudian sambung lagi menggunakan perahu motor bermodel longboat atau speedboat jika air sungai dalam kondisi pasang.

Transportasi umum dari Kampung Tiong Ohang ke Kampung Long Apari tidak bisa dipastikan keberangkatannya, menunggu penumpang banyak terlebih dahulu, perahu tidak mau berangkat jika sedikit penumpang. 

Andai perahu terisi cukup bisa berangkat ke Kampung Long Apari dengan tarif per orang sekitar Rp 500 ribu untuk speedboat bermuatan 25 orang, atau sewa satu perahu ces ketinting Rp 2,5 juta berisi 4 empat orang dengan memakan waktu sekitar tiga jam.

Jika ditotal, perkiraan perjalanan jalur air dari ibukota Mahakam Ulu, di Kampung Ujoh Bilang ke Kampung Long Apari menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 juta sekali jalan.

Bisa dibilang mahal tarifnya, sebab kondisi perjalananya akan melewati lintasan alam sungai yang menanjak dan ada riam deras dan berbatu cadas. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved