KPU Kukar Gelar Coklit Terbatas, Ada Temuan Pemilih Ganda di 10 Desa

Data ganda diduga terdapat di 10 desa Kecamatan Muara Badak sehingga dalam waktu dekat KPU Kukar bakal menggelar pencocokan dan penelitian terbatas.

KPU Kukar Gelar Coklit Terbatas, Ada Temuan Pemilih Ganda di 10 Desa
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018). 

KPU Kukar Gelar Coklit Terbatas, Ada Temuan Pemilih Ganda di 10 Desa

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ketua KPU Kukar Junaidi Samsuddin mengatakan, ada temuan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kukar di Pemilu 2019 yang direkomendasikan olen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Data ganda ini diduga terdapat di 10 desa Kecamatan Muara Badak sehingga dalam waktu dekat KPU Kukar bakal menggelar pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas di kecamatan pesisir tersebut.

"Ada beberapa rekomendasi Panwascam terkait dengan data ganda. Data ganda ini tidak bisa dieksekusi dalam rapat sehingga tanggal 5 atau 6 Desember nanti kami melaksanakan coklit terbatas terkait data ganda di Muara Badak," kata Junaidi usai Rakor Sinkronisasi dan Analisis Hasil Pencermatan Bersama Penyempurnaan DPTHP-2 di Gedung KPU Kukar, Senin (3/12).

Ia mengemukakan, data ganda ini bisa berupa nama atau NIK-nya ganda. "Walaupun di aplikasi kami sebenarnya orang yang sama, tapi itu perlu dipastikan datanya sehingga harus diverifikasi maka kami laksanakan coklit, betul nggak ada data seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, KPU Pusat menyampaikan adanya temuan lebih dari 31 juta data pemilih yang tidak sinkron. Dari 31 juta data KPU Pusat yang harus diperbaiki ini, Kukar dapat 94.080 data pemilih.

Mulai 22 Oktober-27 November, data yang belum sinkron masih tersisa 26.151 pemilih. Setelah 27 November, data yang tak sinkron berkurang jadi 19.388 pemilih.

"Hari ini (kemarin) data itu (tidak sinkron) sudah tuntas semua, jadi ada kategorinya," tuturnya.

Rekapitulasi penyempurnaan DPT Hasil Perbaikan 2 bakal digelar Senin (10/12) depan. Ia menegaskan, warga yang akan menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu 2019 mendatang wajib terdaftar dalam DPT yang dilengkapi dengan e-KTP (KTP elektronik).

Menurutnya, e-KTP menjadi satu-satunya identitas kependudukan yang jadi syarat agar warga bisa masuk dalam DPT.

Selain Ketua KPU, rakor kemarin juga dihadiri Ketua Panwaslu Kukar M Rahman, perwakilan Disdukcapil Kukar Yasmet dan parpol peserta pemilu. (top)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved