Potret Noha Boan, Kampung di Mahakam Ulu yang Penduduknya Dipercaya Berasal dari Tiongkok

Masyarakat dayak di Kampung Noha Boan dipercaya datang dari negeri Tiongkok dan tiba di Uheng, hulunya Sungai Kapuas Kalimantan Barat.

Potret Noha Boan, Kampung di Mahakam Ulu yang Penduduknya Dipercaya Berasal dari Tiongkok
(Tribunkaltim/BudiSusilo)
FOTO2: Suasana pemukiman penduduk Kampung Noha Boan, Jalan Hului Luhat, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (26/11/2018) sore.  

Potret Noha Boan, Kampung di Mahakam Ulu yang Penduduknya Dipercaya Berasal dari Tiongkok

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Lahirnya Kampung Noha Boan, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur, berawal dari sejarah terbentuknya kawasan pemukiman penduduk di daerah hulu Sungai Mahakam, yang saat itu bernama Dirung Lahung. 

Momen masa silam itu kembali diulas oleh Kepala Adat Dayak Mahakam Ulu, Yustinus Ibo Huluy saat bersua dengan Tribunkaltim.co di Sekretariat Adat Dayak Mahulu, Jl Poros Tikah, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (3/12/2018). 

Pria yang lahir dan besar di daerah Long Apari ini ingat betul cerita para nenek kakenya bahwa Kampung Noha Boan yang ada di Kecamatan Long Apari awalnya berasal dari daerah hulu bernama Dirung Lahung, di era tahun 1970.

“Dirung Lahung itu kalau sekarang letaknya di daerah sebelum riam 611, pertengahan antara Kampung Tiong Ohang yang sekarang dengan Kampung Long Apari,” ujar Ibo. 

Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Mahulu Bakal Berubah

Kisah Kampung Naha Aruq Mahulu, Inspirasi dari Batu Karang yang Panjang

Saat ini Kampung Noha Boan bertetangga dekat dengan Kampung Tiong Ohang, hanya bersebelahan saja. Kantor kepala kampungnya berada di bilangan Jalan Hului Luhat, yang latar belakang warganya berasal dari suku Dayak Aoheng Huvung.     

Kala itu, masyarakat dayak di Kampung Noha Boan yang dipercaya datang dari negeri Tiongkok yang tiba di Uheng, hulunya Sungai Kapuas Kalimantan Barat. 

Lalu kemudian para keturunannya berpindah-pindah, hingga mendatangi sampai kawasan hulu Sungai Mahakam Provinsi Kalimantan Timur. Bertempat tinggal untuk hidup dengan cara bertani dan mencari ikan di sungai. 

“Datang dari negeri Cina sudah lama sekali tapi pas mendiami di daerah Dirung Lahung tahun 1970. Sebelumnya memang masyarakat dayak itu berpindah-pindah tempat, tidak menetap,” ungkapnya. 

FOTO1: Satu di antara warga yang mendiami di Jl Hului Luhat, Kampung Noha Boan, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (26/11/2018) sore. 
FOTO1: Satu di antara warga yang mendiami di Jl Hului Luhat, Kampung Noha Boan, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (26/11/2018) sore.  ((Tribunkaltim/BudiSusilo))
Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved