Kronologi Pembunuhan Pekerja di Papua oleh KKB, Diminta Baris Jongkok lalu Ditembaki

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua memberondong pekerja jalan trans Papua. Mereka tidak suka kegiatan upacaranya dipotret

Kronologi Pembunuhan Pekerja di Papua oleh KKB, Diminta Baris Jongkok lalu Ditembaki
KOMPAS.com/ DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR
Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua memberondong pekerja jalan trans Papua. Mereka tidak suka kegiatan upacaranya dipotret oleh salah seorang pekerja PT Istaka Karya.

Jimmi Aritonang, salah satu korban selamat menceritakan detik-detik horor saat KKB memberondong tembakan. Menurutnya pada 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya sebenarnya memutuskan tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan yang diklaim hari ulang tahun Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM).

Upacara tersebut dilaksanakan kelompok KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menceritakan kembali keterangan yang diproleh dari Jimmi saat keduanya bertemu di Wamena, Papua.

Baca: Tim Evakuasi Temukan 15 Jenazah Pegawai Istaka Karya di Puncak Kabo Papua

"Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer," ujar Kolonel Aidi berdasarkan cerita dari Jimmi.

Kemudian, pada 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

"Tidak lama kemudian para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua. Mereka kemudian secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah," tutur Kolonel Aidi seperti yang dikisahkan Jimmi.

Setelah itu KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. Di tempat itu, ada 11 orang karyawan yang pura-pura mati dan kemudian berusaha bangkit kembali untuk melarikan diri.

Baca: Filmnya Pamit dari Bioskop, Hanum Rais Ucapkan Perpisahan; Apresiasi yang Luar Biasa

Namun malangnya, mereka terlihat oleh KKB sehingga mereka dikejar. Sebanyak 5 orang tertangkap dan dibunuh oleh KKB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua. Dua orang diantaranya belum ditemukan sedangka 4 orang diantaranya, termasuk saksi Jimmy Aritonang, selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Tak sampai di situ, lanjut Kolonel Aidi, pada 3 Dessember sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet, tempat Jimmi bersama temannya diamankan diserang oleh KKB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak.

"Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, lalu ditembak dan meninggal dunia"

Saat itu anggota di pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 WIT hingga 21.00 WIT. Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember sekitar pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan. Saat itulah salah seorang anggota, Pratu Sugeng, tertembak di lengan.

Baca: Rombongan Dinas ESDM Pemprov Jatim dan 3 WNA Nyaris Jadi Korban Amuk Massa di Jember

Akan tetapi, ia menegaskan sejak 4 Desember 2018 pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta dilakukan evakuasi terhadap korban.

"Jadi, kalau mendengar keterangan saksi korban yang masih hidup (Jimmi), jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang," pungkasnya. (tribun network/fik/nis/kps/wly)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved