Lion Air Disebut Kaji Ulang Pembelian Pesawat dari Boeing, Imbas Marahnya Rusdi Kirana ?

Dikutip Kompas.com dari Reuters dan South China Morning Post, Rabu (5/12/2018), pendiri Lion Air Indonesia Rusdi Kirana diketahui marah.

Lion Air Disebut Kaji Ulang Pembelian Pesawat dari Boeing, Imbas Marahnya Rusdi Kirana ?
(Lion Air (Yosua Sancaka))
Ilustrasi Lion Air jenis pesawat Boeing 737-900ER berkapasitas 215 kursi 

Lion Air Disebut Kaji Ulang Pembelian Pesawat dari Boeing, Imbas Marahnya Rusdi Kirana

TRIBUNKALTIM.COM - Pengkajian ulang pembelian pesawat Boeing disebut akan dilakukan oleh manajemen Lion Air Indonesia. 

Tak hanya itu, Lion Air juga bukan tidak mungkin dalam opsi rencana pembatalan pemesanan senilai 22 miliar dollar AS.

Kedua hal tersebut dilakukan, disebut sebagai imbas perselisihan antara keduanya setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan 189 orang pada akhir Oktober lalu.

Citilink Buka Era Baru Maskapai Penerbangan Berbiaya Rendah di Samarinda. Lion Air Siapkan Kejutan

Dikutip Kompas.com dari Reuters dan South China Morning Post, Rabu (5/12/2018), pendiri Lion Air Indonesia Rusdi Kirana diketahui marah dan menganggap Boeing mengalihkan perhatian publik dengan menyalahkan sepenuhnya kepada Lion Air atas kecelakaan itu.

Padahal, Boeing diketahui melakukan beberapa perubahan pada desain pesawat. Menurut sebuah sumber, Rusdi tengah memeriksa ulang kemungkinan untuk membatalkan pesanan yang tersisa dari jet Boeing "untuk pengiriman berikutnya".

Hal ini jadi sinyal, kemungkinan untuk membatalkan semua pesanan pesawat ke Boeing. Belum ada keputusan akhir yang dibuat, tetapi diskusi tentang nasib miliaran dollar AS harga pesawat yang tersisa menyoroti pertaruhan seputar penyelidikan yang melibatkan jet penjualan tercepat Boeing yakni 737 MAX.

Karni Ilyas Kaget Dengar Jawaban Rusdi Kirana soal Lion Air Sering Delay

Lion Air merupakan salah satu pelanggan terbesar Boeing yang saat ini memesan 190 pesawat yang total nilai pesanananya mencapai 22 miliar dollar AS. Saat ini, pesawat pesanan tersebut sedang ditunggu pengirimannya.

Pesanan pesawat ini merupakan kelanjutan dari pembelian 197 pesawat yang telah dilakukan Lion Air sebelumnya. Dalam laporan itu, Lion Air menolak berkomentar.

Sementara, juru bicara Boeing mengatakan, "Kami mengambil setiap langkah untuk sepenuhnya memahami semua aspek dari kecelakaan ini, dan bekerja sama dengan tim investigasi dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami juga mendukung pelanggan kami yang berharga melalui masa yang sangat sulit ini."

Boeing merilis pernyataannya setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan laporan terkait kecelakaan pesawat Lion Air pada 29 Oktober lalu.

Boeing 7373 Max-10
Boeing 7373 Max-10 (Boeing)

Disinggung KNKT bahwa pesawat Boeing yang jatuh tersebut sebenarnya laik terbang.

Sebenarnya, perseteruan antara maskapai dengan pabrikan pesawat pascakecelakaan bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, salah satu pesaing Lion Air di Asia Tenggara, yakni Air Asia dan Airbus juga sempat memanas setelah pesawat A320 hilang pada tahun 2014 lalu.

Walalupun Air Asia masih terus melakukan pemesanan, tetapi hubungan kedua perusahaan itu tidak pernah sepenuhnya pulih, dan akhirnya maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut memilih melakukan pembelian pesawat widebody 787 dari Boeing. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusdi Kirana Marah, Lion Air akan Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing?", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/12/05/063000926/rusdi-kirana-marah-lion-air-akan-batalkan-pesanan-pesawat-ke-boeing-

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved