Longsor Sangasanga, Wagub Sebut Bukan hanya PT ABN, IUP Kurang dari 500 Meter juga akan Ditutup

Pemprov Kaltim telah menjatuhkan sanksi kepada PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) sebagai pihak yang dinilai bertanggung jawab

Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Kondisi jalan longsor di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (30/11/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim telah menjatuhkan sanksi kepada PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) sebagai pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tanah longsor di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. Sanksi yang dijatuhkan Pemprov Kaltim yaitu penutupan area tambang Pit 1 West.

Alasan area Pit 1 West diminta tutup karena lokasinya tak sampai 500 meter dari pemukiman warga dan fasilitas umum. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengungkapkan PT ABN siap bertanggungjawab sepenuhnya kepada korban terdampak dan pemulihan jalan poros yang putus akibat longsor.

Hadi berjanji bakal mengawal pertanggungjawaban PT ABN sehingga benar-benar dilakukan dan tepat sasaran. "Termasuk perbaikan jalan yang ditarget selesai dalam waktu dua minggu. Minggu depan saya akan lihat sejauh mana progresnya. Saya mau ketemu dua minggu itu bagaimana road map-nya," ungkap Hadi Mulyadi di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (4/12).

Baca: Syahrini Bakal Buka Kisah Asmara Jika Sudah Ijab Kabul, Sebut Reino Barack Lelaki Hits

Terkait kerugian warga dan fasilitas Pemprov Kaltim, Hadi akan memastikan ke instansi terkait. Wagub kembali menegaskan penutupan Pit 1 West berlaku selamanya. Sedangkan untuk pit lainnya tetap beroperasi, sebab pihak PT ABN telah mengantongi izin eksplorasi di kawasan pit lainnya tidak berdekatan dengan pemukiman dan fisilitas umum.

Menurutnya, penutupan pit bakal berlaku pula bagi perusahaan batu bara lainnya yang menyalahi aturan buffer zone.

"Bukan hanya PT ABN, semua IUP yang membuka atau mengeksplorasi batu bara di kawasan kurang dari 500 meter dari pemukiman akan kami tindak, kami tutup," tutur Hadi.

Sementara, pihak PT ABN berkomitmen melaksanakan tanggung jawab terhadap dampak longsor di Kecamatan Sangasanga. Khusus pemulihan jalan poros Sangasanga-Muara Jawa, ABN telah bergerak cepat menimbun longsoran.

Baca: Dikabarkan Marah, Rusdi Kirana akan Kaji Ulang Pembelian Pesawat ke Boeing Pasca Kecelakaan PK-LPQ

Manager External PT ABN, Bambang Takarianto saat dihubung Tribun, Selasa (4/12) mengungkapkan target dua minggu pemulihan jalan poros bisa diselesaikan. Pasalnya perusahaan telah berkoordinasi dengan Bina Marga Dinas PU Kaltim.

"Target kami tentu dalam waktu dua minggu ke depan, jalan tersebut bisa tersambung. Selanjutnya satu bulan kemudian bisa segera dicor atau bentuk pengerasan," ungkap Bambang.

Pemulihan jalan juga melibatkan masyarakat sekitar, seperti jasa angkutan truk yang melibatkan warga. Selain itu konsumsi bagi para pekerja dan petugas keamanan disuplai dari masyarakat sekitar dan korban yang warungnya terdampak.

Terkait jumlah kerugian warga, Bambang mengaku pihaknya masih terus verifikasi total kerugian agar perusahaan segera mengganti rugi. "Kami masih mengumpulkan laporan kerugian yang dialami warga. Kami masih verifikasi dulu sebelum diberikan ganti rugi. Sebelum sanksi keluar, kami sudah beri santunan sementara," ucap Bambang.

Sebelumnya, menanggapi hasil investigasi tim inspektur tambang yang berujung keluarnya sanksi penutupan area Pit 1 West, pihak PT ABN siap menjalani dan mematuhinya.

"ABN itu patuh terhadap aturan, dalam artian aturan ini tentu yang dikeluarkan oleh pemerintah atau instansi terkait," kata Bambang Takarianto dihubungi Tribun, Senin (3/12) kemarin.

Baca: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Dapat Hadiah Hiburan Ini, Setelah Tak Raih Ballon dOr

Sejak awal, pihak perusahaan siap mematuhi hasil tim investigasi dari Dinas ESDM Kaltim terkait penyebab longsor di jalan poros Sangasanga, Kukar.

"Apapun hasil investigasi dari provinsi maka perusahan siap menerimanya, apapun kami akan patuhi dan siap bertanggung jawab," ujar Bambang. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved