Pilpres 2019

Prabowo Sebut Rakyat Mau Dicuci Otaknya Sama Pers

Pers menurut Prabowo menelanjangi diri sendiri dihadapan rakyat Indonesia. Pasalnya banyak media yang tidak memberitakan

Prabowo Sebut Rakyat Mau Dicuci Otaknya Sama Pers
Warta Kota/Rangga Baskoro
Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menghadiri acara Reuni Akbar 212. Ia tiba sekira pukul 07.35 WIB. 

Prabowo Sebut Rakyat Mau Dicuci Otaknya Sama Pers

TRIBUNKALTIM.CO - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menduga sekarang ini ada upaya memanipulasi demokrasi di Indonesia. Ada pihak yang ingin menyogok masyarakat dalam Pemilu nanti dengan uang yang didapat dengan praktik kotor.

"Uang yang didapat dari praktik yang tidak benar, kasarnya uang yang mereka dapat dari mencuri uang rakyat indonesia. dengan uang itu mereka mau menyogok semua lapisan bangsa indonesia. semua lapisan. partai politik semua dibeli. pejabat-pejabat dibeli. Rakyat mau dibohongi," ujar Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu, (5/12/2018).

Selain itu menurut Prabowo saat ini rakyat juga dicuci otaknya oleh pemberitaan media massa. Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengatakan bahwa pemberitaan media sekarang banyak bohongnya ketimbang benarnya.

Baca: Haikal Hassan Ungkap Prabowo Sempat Enggan Berpidato saat Reuni Akbar 212

"Rakyat mau dicuci otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya. saudara-saudara, aku tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. saya mau melihat bohong apalagi nih. saya hanya mau lihat itu. bohong apalagi yang mereka cetak," kata Prabowo.

Puncaknya kata Ketua Umum Gerindra tersebut adalah pada acara reuni 212. Pers menurut Prabowo menelanjangi diri sendiri dihadapan rakyat Indonesia. Pasalnya banyak media yang tidak memberitakan acara tersebut, padahal dihadiri oleh 11 juta rakyat Indonesia.

Baca: Reuni 212 2018 Selesai, tapi Debat Jumlah Massa Masih Berlanjut, Dubes Arab Sampai Kena Protes

"Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan. mereka telah mengkhianati tugas mereka sebagai wartawan. mereka telah mengkhianati tugas mereka sebagai jurnalis. saya katakan hei media-media yang tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak memandang predikt jurnalis lagi," katanya.

Baca: Prabowo Datangi Reuni 212, Begini Jawaban Bawaslu DKI

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan bahwa dengan banyaknya orang yang hadir dalam acara reuni akbar 212 menunjukkan bahwa umat Islam tidak takut genderuwo.

Genderewo yang dimaksud Andre adalah yang menghambat umat untuk ikut reuni, serta menakut-nakuti masyarakat agar tidak hadir dalam reuni 212.

"Genderuwo yang menyebut acara reuni disusupi 212, akan berujung rusuh, yang melarang datang menggunakan bus, yang menghambat saat naik kereta, dan lainnya," katanya saat dihubungi, Minggu, (2/12/2018).

Menurutnya dengan banyaknya umat islam yang hadir karena mereka sangat percaya pada kalimat Tauhid.

Ancaman apapun yang dilayangkan, tidak akan dihiraukan.

"Mereka percaya pada Tauhid, jadi tidak takut genderuwo. Mereka datang secara sukarela, ada yang sendiri sendiri, ada yang berbarengan menggunakan kendaraan umum, itu membuktikan kepercayaan dan keberanian mereka," katanya.

Menurut Andre dengan berjalannya reuni 212 dengan aman dan tertib membuktikan stigma bahwa umat Islam tersebut radikal tidaklah benar.

Mereka yang hadir daam reuni tetap menjaga ketertiban, dan juga kebersihan.

"Jadi yang bilang banyak umat Islam tidak terpapar radikalisme itu tidaklah benar. Umat Islam Indonesia tetap menjunjung tinggi pancasila," katanya.

Sebelumnya Reuni 212 digelar di lapangan Monas, Jakarta, Minggu, (2/12/2018). Acara yang digelar sejak dini hari hingga siang tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan politisi.

Mereka diantaranya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli, serta yang lainnya.

Baca juga:
Soal Longsor Sangasanga, Menteri Jonan Instruksikan Investigasi Aktivitas Tambang

Sang Agen Lempar Kode; Gareth Bale Bisa Susul Cristiano Ronaldo ke Juventus
Demi Raih Kedamaian dan Kebebasan, Sekelompok Punk Sengaja Suntikkan Virus HIV ke Tubuh Sendiri

Dikandaskan Jeff Horn Dalam Waktu 96 Detik, Anthony Mundine Putuskan Gantung Sarung Tinju

Begini Peluang Kain Tenun Ulap Doyo di Pasar Internasional Menurut Desainer Kenamaan Vivi Zubedi

Akademisi: Pemerintah Fasilitasi Aspirasi Rakyat

Peneliti S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia, Ridlwan Habib mengapresiasi sikap pemerintah yang memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi dalam kegiatan reuni 212 di Monumen Nasional (Monas) yang berjalan lancar dan damai.

"Alhamdulillah itu berarti pemerintah memfasilitasi aspirasi rakyat. Petugas dan aparat keamanan di lapangan bekerja keras dengan sangat baik, " ujar Ridlwan Habib di kawasan Monas, Jakarta (2/12/2018).

Bahkan, Ridlwan Habib mengungkapkan, lancarnya kegiatan reuni 212 tersebut membuktikan rezim pemerintahan yang dipimpin Jokowi pro Islam.

"Kelancaran acara reuni ini membuktikan rezim Jokowi pro Islam. Acara sebesar itu sangat lancar karena petugas juga sangat membantu, " kata Ridlwan Habib.
Karena itu, lanjut Ridlwan Habib, tudingan bahwa rezim Jokowi anti Islam dan membatasi kegiatan Islam tidak benar.

Bahkan, Ridlwan Habib mengatakan sebaliknya berbagai instansi pemerintah bekerja agar acara lancar.
"Ada ribuan aparat keamanan yang mengatur lalu lintas, petugas kebersihan, bahkan jadwal kereta api di Gambir pun dialihkan demi kenyamanan peserta reuni, " kata Ridlwan Habib.

Soal hadirnya kandidat Capres Prabowo Subianto di acara itu, menurut Ridlwan Habib sangat wajar, termasuk aneka yel-yel ganti presiden di acara itu.

"Itu biasa saja, kalau soal dugaan pelanggaran pemilu itu ranahnya Bawaslu, " ucap Ridlwan Habib.

Yang jelas, tutur Ridlwan Habib, Jokowi terbukti membiarkan kegiatan itu berlangsung lancar.

Walaupun pada pagi hari Jokowi lebih memilih meresmikan instalasi PLN bagi 200 ribu warga Bantarjati Bogor dan tidak hadir di Monas.

"Saya kira skala prioritas pak Jokowi jelas untuk masyarakat umum ya. Wajar saja tidak datang. Tapi acaranya lancar jadi rezim ini sangat kondusif bagi dakwah Islam, " kata Ridlwan Habib.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo: Rakyat Mau Dicuci Otaknya dengan Pers ‎, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2018/12/05/prabowo-rakyat-mau-dicuci-otaknya-dengan-pers.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved