Jadi Gejolak, Perusahaan Sawit di Berau Wajib Beli Hasil Panen Sesuai Harga TBS

Melimpahnya hasil panen sawit di Kabupaten Berau menimbulkan persoalan, bahkan memicu gejolak di kalangan petani sawit.

Jadi Gejolak, Perusahaan Sawit di Berau Wajib Beli Hasil Panen Sesuai Harga TBS
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Sejumlah perusahaan sawit membeli hasil panen petani dengan harga rendah, di bawah harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah. Di Kabupaten Berau harga TBS Rp 1.100 per kilogram. Sementara perusahaan membeli TBS dari masyarakat hanya Rp 900. 

Muharram juga menyoroti harga pembelian yang terlalu rendah.

“Harga TBS sesuai ketentuan Rp 1.100, kenapa beli Rp 900? Saya minta harga dikembalikan sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Dalam rapat ini, Muharram menegaskan, perusahaan perkebunan sawit tidak lagi menerima hasil panen dari luar daerah dan wajib membeli hasil panen petani lokal.

Pasalnya, menurut Muharram banyak hasil panen dari Bulungan dan daerah lain yang menyuplai hasil panen dari luar daerah sehingga suplai melimpah dan tidak menerima hasil panen petani lokal.

Selain itu, pengangkutan hasil panen sawit dari luar daerah juga menyebabkan kerusakan jalan. Karena mutan truk sawit umumnya melebihi kapasitas jalan.

Real Madrid Vs Melilla - Isco Cetak 2 Gol, Begini Kegembiraan Solari

Piala Super Italia - Big Match! Juventus Vs AC Milan Digelar 16 Januari 2019 di Arab Saudi

Hasil rapat mewajibkan seluruh perusahaan perkebunan sawit wajib membeli hasil panen petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

“Tidak ada jalan lain, wajib membeli sesuai dengan harga ketentuan. Kecuali kalau perusahaan di luar Berau, terserah. Kalau masih di Berau, wajib mengikuti aturan yang berlaku. Memangnya di Berau ini tidak ada bupatinya? Tidak ada yang mengatur harga sawit? Kan harga sudah diatur,” ujarnya yang membuat perwakilan manjemen perusahaan sawit terdiam.

Salah satu perwakilan manajemen perkebunan sawit yang enggan disebutkan namanya, mengakui kebijakan diputuskan oleh pemegang saham atau pemilik perusahaan perkebunan sawit, sehingga pihaknya enggan berkomentar hasil keputusan rapat.  (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved