Pelayat Ramai Tunggu Jenazah Samuel Pakiding Korban Pembantaian KKB di Nduga Tiba di Tenggarong

Samuel bersama Simon Tandi bekerja di PT Istaka Karya sejak 13 Oktober 2018 membangun ruas jembatan jalan Trans Papua di Nduga.

Pelayat Ramai Tunggu Jenazah Samuel Pakiding Korban Pembantaian KKB di Nduga Tiba di Tenggarong
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Para pelayat ramai mendatangi rumah duka Samuel Pakidding, korban penembakan KKB di Papua. 

Samuel bersama Simon Tandi bekerja di PT Istaka Karya sejak 13 Oktober 2018 membangun ruas jembatan jalan Trans Papua di Nduga.

Pendeta Ida Arlinda, sepupu korban, menuturkan, semula istri korban berat ditinggal suaminya kerja ke Papua, namun demi membiayai ketiga anaknya yang sudah sekolah akhirnya ia rela melepaskannya.

“Anak pertamanya duduk di SMA, anak keduanya di SMP dan anak ketiga kelas 6 SD. Sedangkan anak keempat masih usia 3 tahun,” ujar Ida.

Persebaya Surabaya Vs PSIS Semarang - Djanur Ingin Bajul Ijo Finis di Papan Atas

Laga Berat Chelsea Vs Manchester City, Berikut Jadwal Lengkap Liga Inggris Akhir Pekan Ini

 

Kepolisian yang mengawal mobil jenazah korban KKB, Nduga Samuel Pakiding tiba pukul 10.30 wita di Angkasa Pura Airport - Terminal Kargo, Bandara SAMS Balikpapan, Sabtu (8/12/2018).
Kepolisian yang mengawal mobil jenazah korban KKB, Nduga Samuel Pakiding tiba pukul 10.30 wita di Angkasa Pura Airport - Terminal Kargo, Bandara SAMS Balikpapan, Sabtu (8/12/2018). (TRIBUN KALTIM/RACHMAD SUJONO)

Sebelumnya , Samuel bekerja sebagai kuli bangunan dan beternak babi di rumahnya.

Ketika ada tawaran dari rekannya untuk membangun jembatan di Papua, ia menerimanya.

“Dari cerita istrinya kepada saya, Samuel Pakiding sempat menelpon kepada istrinya itu 14 November lalu. Waktu itu ia berada di Wamena mau berangkat ke lokasi kerja. Samuel minta istrinya jangan tidur dulu dan sms-an, karena ia tak bisa tidur. Kalau sudah berangkat ke lokasi kerja, baru istrinya boleh tidur,” kata Ida.

Jumat (7/12/2018) pukul 09.00, pihak keluarga korban baru dikabari langsung oleh Simon Tandi, rekan kerja Samuel, yang telah melihat langsung jenasahnya di Bandara Timika.

VIDEO - Aksi Memukau Cristiano Ronaldo yang Berhasil Tipu Bek Rp 1 Triliun Inter Milan

Erwin Aksa Disebut sebagai Calon Wagub DKI Jakarta, Begini Tanggapan Anies Baswedan

Ida mengatakan, Simon Tandi lolos dari aksi pembantaian karena saat kejadian, Minggu (2/12/2018) ia diajak bos perusahaannya ke gereja untuk acara pembukaan Natal.

“Para pekerja ini sempat diingatkan bahwa 25 November 2018 mereka semua harus pulang oleh OPM karena bakal ada perang. Lalu tanggal 1 Desember itu OPM akan menggelar upacara kemerdekaan. Para pekerja libur pada tanggal 1 dan 2 Desember. Mereka ada di kamp, hingga kemudian mereka dijemput oleh pasukan KKB dan dibantai,” ujar Ida. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved