Kisah Korban Selamat Penembakan Kelompok Bersenjata di Nduga, Pingsan 3 Hari Terobos Hutan Belantara

Empat warga Nduga melarikan Simon Tandi dan Joni Pariangan melewati hutan belantara. Butuh tiga hari waktu berjalan melintasi hutan

Kisah Korban Selamat Penembakan Kelompok Bersenjata di Nduga, Pingsan 3 Hari Terobos Hutan Belantara
ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Empat warga Nduga melarikan Simon Tandi dan Joni Pariangan melewati hutan belantara. Butuh tiga hari waktu berjalan melintasi hutan Kabupaten Nduga, Papua.

Dalam pelariannya, Joni sempat dibopong karena pingsan dan kehabisan tenaga. Sementara Simon terus menjaga stamina dengan semangat dan doa. Mereka berusaha sekuat tenaga menjauhi kematian, sampai mukjizat datang.

Saya ingat wajah istri dan anak-anak saya, saya bilang sama Tuhan. Ambil saya jika memang Tuhan menghendaki, namun selamatkan saya, jika keluarga saya masih membutuhkan,” ungkap Simon, saat dihubungi melalui saluran telepon seluler, Sabtu (8/12).

Sebelumnya diberitakan, kelompok bersenjata di Papua, Sabtu (1/12), membunuh 20 orang Kabupaten Nduga. Korban terdiri dari 19 pekerja yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Yigi-Kali Arak di Jalur Trans Papua. Seorang korban lagi merupakan personel TNI.

Baca: Di Polandia, Walhi Kampanyekan Persoalan Lingkungan di Kaltim

Simon dan Joni dua dari 12 korban selamat. Dalam peristiwa ini, 16 orang korban tewas telah diidentifikasi, dan diusung pulang ke rumah keluarga. Satu korban meninggal bernama Samuel Pakiding, adalah tetangga Simon di Jalan Tengko Suturu, RT 25, KM 5 Bukit Sion, Jahab, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sementara lima orang lainnya dalam pencarian.

Keempat warga Papua yang menyelamatkan Simon dan Joni tak henti-hentinya memberi semangat pada Simon dan Joni. Mereka bahkan sempat membuat tandu untuk Joni dan menggendongnya. Kala itu, Simon sangat terharu. Dia percaya, Tuhan sedang menyelamatkan hidupnya.

Saya melihat kebaikan Tuhan ada dalam tubuh empat putra daerah yang menyelamatkan kami. Mereka adalah orang-orang baik,” katanya.

Mereka berjalan selama tiga hari di dalam hutan. Untuk bertahan hidup, mereka memakan daun- daunan hutan dan pakis liar. Jika bertemu sungai, mereka singgah untuk minum dan beristirahat. Beruntung mereka tidak bertemu hewan buas selama perjalanan.

Baca: Gagal Jadi Juara Liga 1 2018, Pelatih PSM Makassar: Selamat untuk Persija Jakarta

Pada Rabu siang (5/12) tiba di pos penjagaan TNI Mbua. Petugas jaga langsung mengamankan Simon dan Joni, sementara dua dari empat putra daerah yang menyelamatkan mereka memutuskan kembali ke Nduga.

Ketika sampai di pos, hati saya langsung lega, saya masih hidup. Saya menyaksikan kebesaran Tuhan. Saya peluk Pak Joni, saya segera kabarkan pada keluarga, saya masih hidup,” ungkapnya.

Simon menandaskan, Saya sungguh menyaksikan mukjizat Tuhan, saya masih hidup saat ini. Ketika mereka membantai teman-teman saya, saya hampir menyusul mereka. Beruntung, melalui warga setempat, Tuhan menyelamatkan saya.”

Kepada aparat keamanan, Simon menjelaskan mereka tidak pernah membuat onar selama bekerja. Ketika KKB merayakan kemerdekaannya, seluruh pekerja libur dan beristirahat di dalam camp. Tidak ada pekerja yang memotret kegiatan KKB, semua tidur di camp. Hanya Simon dan Joni yang pergi untuk ibadah Natal.

Dari Sabtu pagi itu, mereka memang sudah teriak-teriak mencari masalah. Kami masih ke dalam camp dan istirahat. Kami tidak ada memfoto kegiatan mereka, kami tahu kondisi itu akan berbahaya untuk keselamatan kami,” katanya.

Baca: Liga 1 2018 Berakhir, PT LIB Ungkap Jatah Klub RI pada Turnamen Antarklub Asia

Disinggung mengenai rekan-rekannya yang tewas tertembak, Simon mengaku sangat menyesal. Apalagi, satu korban bernama Samuel Pakiding adalah tetangganya di Jalan Tengko Suturu, RT 25, KM 5 Bukit Sion, Jahab, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Saya sangat sedih kehilangan mereka, apalagi Samuel adalah teman sekaligus tetangga saya. Dia masih muda, tapi sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, di kediamannya, istri Simon yang bernama Ridha Sanda mengaku sangat bahagia. Dia tidak akan memaksa suaminya untuk segera pulang. Ridha tahu, saat ini keterangan Simon sangat dibutuhkan untuk pemeriksaan kejahatan KKB. Yang penting dia sudah selamat.

Saat ini, dia diamankan di salah satu hotel di Timika. Dia dijaga ketat, dan saya akan setia menantinya pulang. "Biar saja dulu dia memberi kesaksian pelariannya di sana, saya tahu, saat ini dia sangat dibutuhkan,” kata Ridha, Minggu (9/12). (top/kompas.com)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved