Saya keliling Tanjung Redeb Cari elpiji, Semua Kosong!

"Harganya 35 ribu. Sudah jauh, mahal pula," keluhnya. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kilogram untuk wilayah Kecamatan Tanjung Redeb,

Saya keliling Tanjung Redeb Cari elpiji, Semua Kosong!
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Distribusi elpiji 3 kg di Kabupaten Berau. Menjelang hari raya Natal dan pergantian tahun, Pertamina kembali menambah pasokan. 

> Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Melon ke Berau

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menjelang akhir tahun dan perayaan natal, warga Kabupaten Berau mulai mengeluhkan sulitnya mendapat elpiji, terutama 3 kg.

"Saya keliling Tanjung Redeb cari elpiji, semua kosong. Malah dapatnya di Teluk Bayur," ungkap Fatma, ibu rumah tangga yang bermukim di Jalan Mangga, Minggu (9/12).

Meski membeli elpiji di lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya, Fatma mengaku harus mengeluarkan uang lebih banyak.

Baca: Ini Rahasia Bagi Peserta Agar Lolos Tes CPNS

"Harganya 35 ribu. Sudah jauh, mahal pula," keluhnya. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kilogram untuk wilayah Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Sambaliung hanya Rp 20.250.

Sementara untuk kecamatan lain, yang lokasinya jauh, masih ditambah dengan biaya pengiriman. Sayangnya, HET yang ditetapkan oleh pemerintah dan manajemen PT Pertamina ini hanya berlaku untuk agen dan pangkalan resmi.

Baca: Borneo FC Gagal Masuk Lima Besar Kalah dari PS Tira 1-3

Sementara di pasaran, elpiji bersubsidi ini rata-rata dijual Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu jika terjadi kelangkaan. Terlebih lagi menjelang akhir tahun dan perayaan Natal, permintaan elpiji melon ini cenderung meningkat.

Sales Executif LPG, PT Pertamina, MOR IV Area Balikpapan, Ahmad Ubaidilah mengatakan, menjelang Natal dan pergantian tahun, permintaan cenderung meningkat. Menurutnya, secara umum, peningkatan bisa mencapai 6 persen. Karena itu, PT Pertamina berencana akan menambah pasokan elpiji, termasuk untuk wilayah Kabupaten Berau.

Baca: Video - PUBG Competition Ikut Ramaikan Toyota Expo 2018, 50 Tim Bertarung Demi Chicken Dinner

Meski tidak menyebutkan secara rinci, namun dirinya mengatakan wilayah Berau dan Tarakan kebutuhannya sama.

"Untuk wilayah Berau kebutuhannya kurang lebih sama dengan wilayah Tarakan," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, PT Pertamina telah mengalokasikan elpiji melon sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Namun setiap tahun, selalu muncul kelangkaan elpiji bersubsidi. Pihaknya menduga, kelangkaan disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat sasaran.

Baca: Karet Komoditas Andalan Kampung Tanjung Sari Kutai Barat

Elpiji melon yang disubsidi oleh pemerintah ini sebenarnya hanya ditujukan kepada kalangan rumah tangga kurang mampu, usaha kecil menengah dengan pendapatan kurang dari Rp 300 juta per tahun dan nelayan kecil atau tradisional.

Namun faktanya, masih banyak kalangan menengah ke atas yang menggunakan elpiji melon untuk keperluan memasak, bahkan tidak sedikit rumah makan besar yang menggunakan elpiji melon.

Baca: Sempat Isyaratkan Pensiun Jika Persija Jakarta Juara Liga 1 2018, Begini Sikap Terkini Ismed Sofyan

Ada pula kalangan Aparatir Sipil Negara (ASN) yang masih menggunakan elpiji melon, meski Pertamina dan Pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi dan memafasilitasi penukaran tabung elpiji dari 3 kilogram dengan 5,5 kilogram.

Untuk kalangan menengah ke atas, Pertamina menyediakan produk serupa dengan kapasitas yang berbeda. "Pertamina sendiri sudah menyediakan elpiji bright gas (5,5 kg) dan 12 kilogram," tandasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved